Cari Berita

Kegiatan

Testimoni

  • Gregorius Tsiompah

    Gregorius Tsiompah



    Pendidikan tinggi adalah investasi masa depan, itulah yang menjadi motivasi pada saat saya

  • Syahrudin

    Syahrudin



    UNRIYO khususnya Prodi Teknik Informatika telah mengubah hidup saya....Pada awalnya saya adalah

  • Alfons Hilarius Magang

    Alfons Hilarius Magang



    Ilmu yang saya dapat di S1 Kesehatan Masyarakat UNRIYO serta pengalaman dalam beorganisasi, dan

Program studi D-IV Bidan pendidik akan menyelenggarakan kegiatan pelatihan Kewaspadaan Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal (KKMN) bagi mahasiswa

Program studi D-IV Bidan pendidik akan menyelenggarakan kegiatan pelatihan Kewaspadaan Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal (KKMN) bagi mahasiswa

Program studi D-IV Bidan pendidik akan menyelenggarakan kegiatan pelatihan Kewaspadaan Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal (KKMN) bagi mahasiswa dan dosen. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh Program Studi D-IV Bidan pendidik setiap tahunnya. Kegiatan pelatihan dilaksanakan selama 3 periode (masing-masing 5 hari) dari tanggal 28 Maret 2018 sampai dengan 08 April 2018 dengan jumlah peserta 155 terdiri dari 151 mahasiswa dan 4 orang dosen kebidanan. Adapun tujuan dari pelaksanaan pelatihan KKMN adalah memberikan bekal kemampuan kognitif, afektif maupun psikomotor pada kegawatdaruratan obstetri neonatus dan upaya mencapai visi program studi yaitu “Menjadi program studi unggul dan terpercaya untuk menghasilkan Sarjana Sains Terapan Bidan Pendidik Profesional yang mampu bersaing di tingkat nasional”. Harapan dari  pelaksanaan pelatihan ini adalah ketika mahasiswa telah menyelesaikan Program Studi D-IV Bidan Pendidik, mahasiswa memiliki keterampilan dalam penanggulangan kewaspadaan kegawatdaruratan maternal dan neonatal serta mampu menangani kasus-kasus dengan kegawatdaruratan medis, sehingga kematian pada ibu dan bayi dapat dicegah. Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama Prodi D-IV Bidan Pendidik dengan Jakarta Medical Service  (JMS) 119 sebagai fasilitator pelatihan. Tim instruktur JMS 119 merupakan tenaga profesional dibidangnya, antara lain terdiri dari dokter spesialis ( Ahli Bedah , Ahli Anestesi , Ahli Jantung , Ahli Paru dan dokter umum), Paramedis ( Perawat dan bidan) yang punya kompetensi dan berpengalaman dalam kegawatdaruratan serta tenaga lain-lain yang berpengalaman dalam Kegawat daruratan yang saat ini melaksanakan oprasional gawat darurat di Jakarta ( Unsur PMI, Unsur Bintal Kensos dan Unsur Rumah Sakit).


Berita Terkait

Apresiasi Untuk Prodi KESMAS UNRIYO

2 PTS Naik Daun, Ada 9 Prodi di Beberapa PTS Ditutup

Pelatihan Tata Kelola Jurnal dengan Sistem OJS (Open Journal System)

Jurnal Pendidikan dan Pelayanan Kebidanan Indonesia Volume 2 Nomor 1, Maret

Kegiatan Sehari Bersama Respati

Halaman Lain