Cari Berita

Kegiatan

Testimoni

  • Gregorius Tsiompah

    Gregorius Tsiompah



    Pendidikan tinggi adalah investasi masa depan, itulah yang menjadi motivasi pada saat saya

  • Syahrudin

    Syahrudin



    UNRIYO khususnya Prodi Teknik Informatika telah mengubah hidup saya....Pada awalnya saya adalah

  • Alfons Hilarius Magang

    Alfons Hilarius Magang



    Ilmu yang saya dapat di S1 Kesehatan Masyarakat UNRIYO serta pengalaman dalam beorganisasi, dan

Sekolah Lansia Yang Di Kelola Dosen Universitas Respati Yogyakarta Mewisuda 34 Di Pleret Bantul

Sekolah Lansia Yang Di Kelola Dosen Universitas Respati Yogyakarta Mewisuda 34 Di Pleret Bantul

SEKOLAH LANSIA YANG DI KELOLA DOSEN UNIVERSITAS RESPATI YOGYAKARTA MEWISUDA 34 SISWANYA DI PLERET BANTUL

Kerjasama antara Universitas Respati Yogyakarta, Universitas Respati Indonesia, Jakarta dan Indonesia Ramah Lansia (IRL) telah berhasil membuat sesuatu yang berbeda dari biasanya, salah satunya adalah wisuda sekolah lansia. Wisuda ini adalah wisuda ke-2 sekolah lansia IRL setelah wisuda sekolah lansia di Klinik Naura Husada Bantul. 

Yang berbeda dari wisuda sebelumnya bahwa dewan prosesi wisuda terdiri dari berbagai ahli kelanjutusiaan dari berbagai negara diantaranya President Ageing Consortium Asia PAsific (ACAP) Prof.Kathryn L. Braun (USA), Penasehat IRL Prof.Tri Budi W. Rahardjo (Indonesia), Direktur  IRL Dwi Endah Kurniasih, SKM, MPH, peneliti Ageing Prof.Takeo Ogawa (Japan), Donghee Han, PhD (Korea); Thelma Kay (Singapore); Teresa Tsien, MSW,MPH (Hongkong), Chandrakala Diyali, PhD (India) serta dihadiri oleh Komda Lansia DIY, Dinas Kesehatan Bantul, Puskesmas Pleret, Camat Pleret, Kepala Desa Pleret serta beberapa pihak terkait.

Yayasan Indonesia Ramah Lansia (IRL) menggelar wisuda bagi 34 siswa yang kesemuanya merupakan para lanjut usia warga Dusun Karet Desa/Kecamatan Pleret Kabupaten Bantul, Selasa (23/07/2019). Direktur IRL, Dwi Endah Kurniasih, SKM, MPH yang juga dosen Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Respati Yogyakarta menyampaikan bahwa puluhan siswa sekolah lansia ini diwisuda setelah mengikuti pendidikan dasar pertama yang ditempuh selama 10 bulan. Setelah wisuda pertama ini selanjutnya mereka akan naik kelas untuk mengikuti pendidikan tahap berikutnya.

Kepala Sekolah IRL Dusun Karet, Rizky Erwanto,Ns, MKep, Sp.Kep.Kom  yang juga dosen Program Studi S-1 Ilmu Keperawatan Universitas Respati Yogyakarta mengatakan para lansia berhak untuk mendapat pendidikan yang layak seperti warga negara lainnya. Dengan mendapatkan pendidikan maka lansia dapat lebih berdaya dalam menikmati hari tuanya.

“Kami ingin para lansia tetap berdaya dan memiliki kualitas pendidikan yang cukup. Dengan memiliki pendidikan yang layak maka anggapan jika kaum lansia itu merepotkan tak lagi ada, karena mereka kini telah lebih berdaya,” jelasnya disela wisuda para lansia siswa IRL yang digelar di Balai Dusun Karet.

Kehadiran sekolah lansia ini menurut Rizky Erwanto mendapat respon yang positif dari warga Dusun Karet. Bahkan beberapa siswa yang diwisuda ini sebenarnya masih masuk kategori pra lansia karena belum berusia diatas 60 tahun.

Dalam sekolah lansia ini kurikulum yang diberikan ada tiga tahap yakni dasar, menengah dan praktek. Dari tiga tahap tersebut keseluruhan para siswa harus menyelesaikan lama pendidikan selama 20 bulan.

Tahap pertama yakni Dasar ditempuh selama 10 bulan dan mengajarkan materi tentang kesehatan, psikososial, spiritual, kebencanaan. Tahap Menengah selama 8 bulan memberikan materi praktik dan entrepreneur, sedangkan jenjang terakhir yakni Tahap Praktik selama 2 bulan akan mengajarkan para lansia untuk terjun langsung ke masyarakat memberikan pembelajaran tentang materi yang selama ini telah diperoleh.

Sekolah lansia tersebut hingga kini di wilayah DIY telah berdiri empat unit masing-masing di Dusun Karet Pleret, Dusun Karangtalun Imogiri, Dusun Onggobayan Kasihan dan Dusun Klidon Ngaglik Sleman. Rencananya IRL akan membuka sekolah-sekolah lansia baru terutama di Kabupaten Kulonprogo dan Gunungkidul.

Dewan Penasehat Yayasan IRL, Prof. Dr. drg. Tri Budi Raharjo, MS mengatakan sekolah lansia ini merupakan pertama dan satu-satunya di Indonesia. Ia berharap akan ada sekolah-sekolah untuk lanjut usia lainnya, sehingga nantinya para lansia di DIY bahkan di Indonesia dapat mendapat pendidikan.

“Supaya sehat, aktif dan peroduktif, salah satunya dengan memberikan kesempatan lansia untuk belajar. Jadi lansia tetap dapat belajar apa saja yang mereka minati sampai kapanpun,” tegas Prof. Tri Budi W. Raharjo yang juga Rektor Universitas Respati Indonesia, Jakarta sekaligus Steering Committee 1st IRHCini.

Kegiatan dilanjutkan dengan mengunjungi Dusun Petung, Kecamatan Cangkringan. Dusun Petung merupakan salah satu wilayah binaan Puskesmas Cangkringan. Program posyandu berjalan rutin dan dengan adanya UMKM yang dikelola oleh lansiamembuat para lansia semakin aktif dan produktif. Sebagian besar warga khususnya lansia juga masih aktif bekerja di peternakan sapi.


Berita Terkait

UNRIYO Peringkat ke-9 institusi dengan Fasilitas Kesejateraan Terbaik Se-Ka

Universitas Respati Yogyakarta bekerjasama dengan PT. Phintraco Securities

Kuliah Umum "Hukum Udara Internasional" dan "Alur Laut Kepul

Prodi Manajemen Informatika Meraih Akreditasi - B

"Muscle Energy Teachnique on Cronic Low Back Pain Consequence Zygapoph

Halaman Lain