Cari Berita

Kegiatan

Testimoni

  • Gregorius Tsiompah

    Gregorius Tsiompah



    Pendidikan tinggi adalah investasi masa depan, itulah yang menjadi motivasi pada saat saya

  • Syahrudin

    Syahrudin



    UNRIYO khususnya Prodi Teknik Informatika telah mengubah hidup saya....Pada awalnya saya adalah

  • Alfons Hilarius Magang

    Alfons Hilarius Magang



    Ilmu yang saya dapat di S1 Kesehatan Masyarakat UNRIYO serta pengalaman dalam beorganisasi, dan

SOSIALISASI DAN INISIASI KERJASAMA PEMANFAATAN SISTEM REPOSITORI ILMIAH NASIONAL (RIN) UNTUK MENDUKUNG RESEARCH DATA MANAGEMENT DI LINGKUNGAN PERGURUAN TINGGI DI WILAYAH YOGYAKARTA

SOSIALISASI DAN INISIASI  KERJASAMA PEMANFAATAN SISTEM REPOSITORI ILMIAH NASIONAL (RIN) UNTUK MENDUKUNG RESEARCH DATA MANAGEMENT DI LINGKUNGAN PERGURUAN TINGGI DI WILAYAH YOGYAKARTA

Salam PPPM,

PPPM Universitas Respati Yogyakarta bekerjasama dengan LIPI menyelenggarakan Sosialisasi Dan Inisiasi  Kerjasama Pemanfaatan Sistem Repositori Ilmiah Nasional (Rin) Untuk Mendukung Research Data Management Di Lingkungan Perguruan Tinggi Di Wilayah Yogyakarta pada tanggal 17 September 2019 bertempat di Aula Kampus 2 Universitas Respati Yogyakarta. Adapu Press Release dari LIPI sebagai berikut :

                                                             PRESS RELEASE

Sosialisasi Dan Inisiasi  Kerjasama Pemanfaatan Sistem Repositori Ilmiah Nasional (Rin) Untuk Mendukung Research Data Management Di Lingkungan Perguruan Tinggi Di Wilayah Yogyakarta

Universitas Respati Yogyakarta. Yogyakarta, 17 September 2019

 

Dalam rangka meningkatkan kolaborasi dan kualitas penelitian di Indonesia, diperlukan suatu Sistem Pengelolaan Data dan Karya Ilmiah di Indonesia. Hal ini termaktub dalam UU no 18 Tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (UU Sisnas P3 Iptek), bahwa perlu dibangun suatu sistem informasi iptek yang terintegrasi. Selanjutnya amanah tersebut diperkuat di dalam UU Nomor 11 tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang baru-baru ini sudah disepakati oleh Pemerintah dan DPR. Berdasarkan UU Nomor 11 tersebut, bahwa Wajib Simpan data dan karya ilmiah menjadi amanat Undang-undang, oleh karenanya harus dilakukan. Dengan demikian maka setiap orang termasuk peneliti dapat melihat, mengakses dan memanfaatkan kembali data penelitian, dalam bentuk kolaborasi penelitian dengan peneliti pemilik data sebelumnya. Oleh karena itu, kebutuhan atas pengelolaan koleksi data penelitian menjadi penting dan keniscayaan.

 

Era Big Data, Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0, sangat terkait dengan data dalam seluruh prosesnya. Big Data memiliki 3 (tiga) V sebagai ciri utama: Volume, Variety, dan Velocity. Dalam Big Data, data yang diproses berukuran besar, tipe data beragam dan kecepatan pertumbuhannya sangat cepat. Sehingga data tidak dapat diproses dengan cara-cara konvensional, tetapi harus memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (machine learning dan data mining). Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 memanfaatkan infrastruktur teknologi informasi dan jaringan, sehingga interkoneksi dan pertukaran data antar sistem sangat vital. Oleh karena itu, pengelolaan data menjadi penting dalam proses bisnis dan pola kerja di masa ini.

 

Perlunya keseriusan pengelolaan data penelitian di lembaga litbang dan perguruan tinggi menjadi fokus utama keberhasilan dalam implementasi sistem dan layanan Repositori Ilmiah Nasional (RIN). Sejak terbitnya Perka LIPI No.12 Tahun 2016 tentang Repositori dan Depositori di LIPI dan Perka LIPI No.1 Tahun 2019 tentang Organisasi dan Tata Kerja LIPI, tugas dan fungsi Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah (PDDI) bergeser dari pengelola dokumentasi dan informasi ilmiah menjadi pusat pengelola data penelitian di Indonesia. Pada tahun 2016 juga PDDI membangun sistem RIN dengan aplikasi Dataverse yang kini dapat diakses secara online melalui http://rin.lipi.go.id/ dan https://data.lipi.go.id/.  Sampai Juli 2019, ada sekitar 283 Dataverses, 6552 Datasets, dan 15382 files. Pengguna sistem RIN sudah mencapai 63 afiliasi, yang terdiri dari Lembaga Litbang dan Perguruan Tinggi.

 

Melalui sistem RIN, pemilik data (peneliti dan akademisi) memiliki otoritas penuh untuk menyimpan, mengakses, dan mendiseminasikan data penelitiannya sesuai yang ia kehendaki, apakah dibuka atau ditutup. PDDI sebagai penyedia sistem RIN hanya sebagai fasilitator integrasi data penelitian di Indonesia. Terkait itu, pemilik data perlu memiliki kesadaran tinggi untuk mendepositkan dan berbagi data penelitiannya untuk kemajuan iptek nasional.  Pemanfaatan sistem RIN mengacu pada prinsip FAIR (Findable, Accessible, Interoperable, and Reusable).

 

Tujuan dari kegiatan sosialisasi ini: (1) memberikan pemahaman tentang pemanfaatan sistem RIN dan kebijakannya; (2) membangun kesadaran peneliti, akademisi, dan pemilik data penelitian agar datanya dapat dikelola secara FAIR; (3) Membangun semangat open data dan open science untuk peningkatan kualitas penelitian (sitasi dan impact factor); dan (4) membangun inisasi kerjasama dalam pemanfaatan sistem RIN di lingkungan perguruan tinggi. Kegiatan kerjasama ini merupakan langkah awal yang baik dalam rangka sinergi mewujudkan program nasional pengelolaan data penelitian di lingkungan perguruan tinggi di Indonesia. Penunjukkan Universitas Respati sebagai lembaga mitra PDDI LIPI diharapkan dapat menjadi focal point kegiatan pemanfataan sistem RIN di wilayah Yogyakarta.

 

Jakarta, 17 September 2019

Plt. Kepala PDDI LIPI

Hendro Subagyo, M.Eng.



Untuk materi dapat didownload di http://pppm.respati.ac.id/PPPM-Unriyo


Berita Terkait

Angkat Sumpah Dan Pelantikan Ners

Apakah Ijazah Karyawan Sudah Diverifikasi?

Dana Hibah Dikti

SAMBUT MAHASISWA BARU UNRIYO TA 2019 - 2020 PKKMB 2019

Introduction Neuromuscular Taping Concept

Halaman Lain