Salah satu sarana Prodi Hubungan Internasional UNRIYO dalam memperkaya khazanah pengetahuan mahasiswanya adalah melalui kegiatan kuliah umum. Untuk itu, Prodi Hubungan Internasional mengadakan kegiatan kuliah umum dengan mengundang mantan Konjen RI-New York, AS Bapa Kristio Wahyono sebagai pemateri yang membahas tentang "Public Diplomacy and The Traditional". Dalam sesi diskusi yang terjadi, beliau banyak memberikan pemahaman baru tentang diplomasi publik dalam pendekatan studi hubungan internasional yang lebih berorientasi terhadap aktor negara dalam membangun pemahaman, citra positif, dan memelihara hubungan baik dengan negara mitra dengan lebih mengedepakan pendekatan soft power. Hal ini berbeda dengan bagaimana praktek diplomasi tradisional yang fokusnya antar-negara dan sering tertutup pada isu keamanan/militer (traditional issues). Secara garis besar beliau menjelaskan bahwa diplomasi publik menggunakan pendekatan soft power (budaya, pendidikan, nilai) untuk mempengaruhi opini publik dan memperkuat kebijakan luar negeri, sementara diplomasi tradisional menggunakan pendekatan hard power yang lebih berfokus pada negosiasi resmi, militer, dan isu "keras" seperti perang, perdamaian, dan keamanan, namun kini keduanya saling terkait erat di era globalisasi dan teknologi. Kegiatan kuliah umum ini tentunya berfungsi sebagai katalisator intelektual yang menghadirkan perspektif segar dari luar kurikulum rutin universitas bagi mahasiswa Prodi HI UNRIYO. Adapun dengan menghadirkan pakar, praktisi, atau birokrat tingkat tinggi, mahasiswa dapat memperluas cakrawala berpikir mereka yang melampaui batas-batas tekstual. Selain itu kegiatan ini juga dapat memberikan asupan intelektual terhadap perkembangan tren terkini, isu-isu kontemporer, dan tantangan nyata di lapangan yang seringkali berkembang lebih cepat dari pada materi di ruang kelas (21/10/15).
.








