Kegiatan kuliah umum ini menjadi momentum krusial bagi mahasiswa Hubungan Internasional UNRIYO untuk memperluas cakrawala diplomasi melalui interaksi langsung dengan praktisi dan akademisi lintas negara. Dalam kegiatan kuliah umum kali ini, Prodi Hubungan Internasional menghadirkan Duta Besar Turki sebagai pembicara utama, yang mengeksplorasi tentang peran strategis Turki dalam geopolitik kontemporer serta kontribusinya dalam menjaga stabilitas keamanan di kawasan persimpangan Eropa dan Asia. Selain itu juga turut hadir mahasiswa dari Monash University dalam forum ini, sehingga menambah dimensi diskusi yang inklusif, menciptakan ruang pertukaran gagasan lintas budaya yang memperkaya pemahaman mahasiswa Hubungan Internasional mengenai kompleksitas isu dan fenomena global dari berbagai perspektif nasional yang berbeda.
Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan fokus pada penguatan kerja sama bilateral dan tantangan diplomasi di era multipolar. Dalam sesi diskusi mahasiswa secara aktif membedah berbagai instrumen diplomasi publik dan kebijakan luar negeri yang relevan dengan tren dunia saat ini, mulai dari kerja sama ekonomi hingga isu kemanusiaan. Kolaborasi akademik ini tidak hanya bertujuan untuk mendalami materi perkuliahan secara teoritis, tetapi juga untuk membangun jejaring internasional (international networking) dan meningkatkan keterampilan komunikasi diplomatik mahasiswa. Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta pemahaman mendalam mengenai pentingnya kolaborasi antarnegara dalam menghadapi tantangan global yang kian tidak menentu (13/05/20).
.








