Kuliah umum bertajuk "Sejarah dan Kemanusiaan dalam Dunia Internasional" ini diselenggarakan Prodi Hubungan Internasional (UNRIYO) untuk memberikan wawasan historis yang komprehensif bagi mahasiswa Hubungan Internasional  mengenai evolusi nilai-nilai kemanusiaan dalam sistem global. Diskusi ini mengupas titik-titik balik sejarah, mulai dari pembentukan hukum humaniter internasional pasca-perang dunia hingga tantangan perlindungan hak asasi manusia di era modern. Dalam kegiatan ini mahasiswa diajak untuk merefleksikan bagaimana peristiwa masa lalu membentuk norma internasional saat ini, sekaligus memahami bahwa diplomasi tidak hanya berfokus pada kepentingan kekuasaan (power), tetapi juga pada tanggung jawab moral terhadap sesama manusia melintasi batas-batas geopolitik.

Pada sesi pendalaman, kegiatan ini menyoroti peran penting aktor negara dan non-negara dalam merespons krisis kemanusiaan yang dipicu oleh konflik berkepanjangan dan migrasi paksa. Melalui pendekatan studi kasus sejarah, mahasiswa didorong untuk menganalisis efektivitas intervensi kemanusiaan serta dilema antara kedaulatan negara dan prinsip Responsibility to Protect (R2P). Seminar ini berorientasi membangun pemahaman kritis bagi para mahasiswa mengenai pentingnya menempatkan dimensi manusia sebagai pusat dari kebijakan luar negeri, guna mewujudkan tatanan dunia yang lebih adil dan beradab di masa depan (24/11/23).

.