Jalankan Usaha Lilin Aromaterapi, Simak Nih Cerita Pengalaman Trisania Saat Ikut Wirausaha Merdeka MBKM

YOGYAKARTA (ILKOM) - Terlahir dari keluarga yang memiliki latar belakang wirausaha, Trisania Shasabilla Br Sagala, mahasiswa Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi, Universitas Respati Yogyakarta ini mendapat kesempatan mengikuti Wirausaha Merdeka program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) angkatan 3 tahun 2024 lalu.

“Awalnya saya tertarik dengan kegiatan wirausaha ya karena latar belakang keluarga yang berwirausaha. Dan saya merasa sangat beruntung bisa lolos mengikuti program Wirausaha Merdeka sebagai kesempatan emas bagi saya untuk memperoleh pengalaman praktis dalam dunia kewirausahaan,” ujar Trisania, mahasiswa angkatan 2022 ini yang lolos program Wirausaha Merdeka angkatan 3 Universitas Amikom Yogyakarta.

Wirausaha Merdeka adalah bagian dari program Kampus Merdeka Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Indonesia yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa belajar dan mengembangkan diri menjadi calon wirausahawan melalui aktivitas di luar kelas perkuliahan. Tujuannya untuk memantik minat dan semangat mahasiswa dalam berwirausaha, Menanamkan mindset dan kompetensi dasar di bidang kewirausahaan, Mendorong peningkatan pengalaman wirausaha mahasiswa, Meningkatan kemampuan daya kerja mahasiswa, dan Membantu meningkatkan kapasitas dan kualitas lulusan Perguruan Tinggi.

Program Wirausaha Merdeka sangat relevan untuk mewadahi kreativitas mahasiswa dalam membangun usaha. Program-programnya menjawab tantangan saat ini, di mana sangat sulit untuk mencari pekerjaan, sekaligus melatih jiwa wirausaha, kompetisi, serta kemampuan memecahkan masalah para mahasiswa.

“Dalam program ini, terdapat 40 kelompok mahasiswa yang masing-masing terdiri dari 5 orang, dan saya merupakan bagian dari Kelompok 33 yang memilih untuk menjalankan usaha lilin aromaterapi dengan nama usaha ‘HarmonyLight’,” kata mahasiswa asal Medan ini.

 

Persiapan dan Pembekalan

Sejak awal, proses pendaftaran untuk mengikuti program Wirausaha Merdeka cukup sederhana, namun tetap membutuhkan komitmen tinggi. Mengisi data, menyiapkan kebutuhan administrasi, serta mengikuti seleksi dari pihak universitas. Dalam tahap ini, menyusun ide bisnis yang dapat diimplementasikan secara nyata, sekaligus mengasah kemampuan dalam membuat rencana usaha yang matang.

Setelah lolos seleksi, mengikuti sesi pembekalan yang diselenggarakan oleh Universitas Amikom Yogyakarta. Pembekalan ini sangat membantu memahami berbagai aspek penting dalam menjalankan bisnis, mulai dari aspek legalitas, manajemen keuangan, hingga strategi pemasaran.

“Di sini, saya juga mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi dengan para narasumber dari HIPMI Yogyakarta (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) yang sudah berpengalaman dalam menjalankan usaha, serta bertemu dengan sesama peserta yang memiliki ide bisnis beragam,” ungkapnya.

Selain itu, materi yang diberikan mencakup berbagai topik terkait kewirausahaan, seperti cara mengembangkan produk, memahami pasar, serta membangun brand. Pelatihan ini memberikan bekal praktis yang dapat langsung diterapkan dalam menjalankan bisnis.

 

Penerapan di Lapangan

Setelah mendapatkan pelatihan, kemudian mereka diminta untuk langsung terjun ke dunia usaha. Setiap kelompok mahasiswa mendapatkan satu mentor yang memiliki jenis usaha yang relevan dengan usaha yang akan dirancang oleh kelompok mahasiswa.

“Kelompok saya sepakat untuk memilih usaha lilin aromaterapi karena melihat potensi pasar yang terus berkembang, khususnya di kalangan anak muda yang semakin peduli dengan kesehatan mental dan relaksasi,” terangnya yang mendapatkan kesempatan berperan menjadi CEO pada usaha lilin aromaterapi “HarmonyLight” yang dijalankan kelompoknya.

Memasarkan produk di awal menjadi tantangan tersendiri. Menghadapi kompetisi yang ketat di industri kecantikan dan kesehatan, sehingga dirinya bersama kelompok harus kreatif dalam memanfaatkan media sosial dan berbagai platform digital untuk memperkenalkan “HarmonyLight” kepada Masyarakat. Kurang dari dua bulan, usaha penjualan lilin aromaterapi berhasil mencapai omset yang signifikan dengan menjual sebanyak 114 pcs lilin. Pencapaian ini menunjukkan tingginya minat pasar terhadap produk lilin aromaterapi dan dengan strategi pemasaran yang diterapkan, yang memungkinkan usaha ini berkembang dengan pesat dalam waktu singkat.

“Kami juga diberikan kesempatan untuk berkolaborasi dengan perusahaan-perusahaan yang menjadi mitra dalam program ini, yang memungkinkan saya untuk memperluas jaringan dan belajar lebih banyak lagi,” ujarnya yang sudah menghasilkan produk HarmonyLight dengan berbagai pilihan aroma lilin aromaterapi, antara lain seperti Lavender, The Hijau, Kopi.

Setiap produk lilin aromaterapi HarmonyLight dikemas dalam wadah kaca yang menyerupai minuman dan ramah lingkungan, dengan label desain yang sederhana namun tetap menarik dengan berbagai pilihan ukuran, mulai dari ukuran kecil untuk penggunaan pribadi hingga ukuran lebih besar yang cocok untuk digunakan di ruang lebih luas atau sebagai hadiah.

 

Akhir Program

Ujian bisnis menjadi salah satu tantangan besar di penghujung program ini karena mahasiswa selain berupaya untuk memaksimalkan omset dari setiap bisnisnya juga harus mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian bisnis.

Ujian bisnis merupakan momen penting yang menguji sejauh mana mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu dan keterampilan kewirausahaan yang telah dipelajari selama program. Kegiatan ini bukan hanya sekadar ujian akademik, tetapi juga sebuah tantangan nyata yang mengharuskan mahasiswa untuk menghadapi berbagai aspek dunia bisnis.

“Ujian bisnis ini memberikan kesempatan bagi kami untuk melatih keterampilan presentasi dan komunikasi di depan panel dosen dan juga praktisi yang berpengalaman. Selain itu juga harus mampu meyakinkan bahwa bisnis yang kelompok kami rencanakan tidak hanya layak, tetapi juga memiliki potensi untuk sukses dan berkembang di masa depan,” kata mahasiswa yang juga pernah lolos Program Kampus Mengajar angkatan 7 tahun 2024 lalu.

Kegiatan terakhir yang dinanti adalah Wisuda Mahasiswa Wirausaha sebagai momen yang menandai puncak perjalanan mahasiswa dalam mengembangkan diri sebagai wirausahawan muda. Kegiatan ini tidak hanya menjadi acara seremoni, tetapi juga sebagai simbol keberhasilan dan kesiapan para peserta untuk melangkah lebih jauh dalam dunia kewirausahaan.

Setelah melalui berbagai tantangan, pembelajaran, dan pengembangan usaha, wisuda ini menjadi penghargaan atas dedikasi dan usaha keras yang telah diberikan oleh para mahasiswa. Pada saat wisuda, para mahasiswa yang telah menyelesaikan program Wirausaha Merdeka ini tidak hanya mendapatkan gelar akademik, tetapi juga diakui sebagai wirausahawan muda yang memiliki potensi besar untuk berinovasi dan menciptakan peluang di berbagai sektor.

“Sebagai PJ MBKM di Prodi Ilmu Komunikasi UNRIYO, senang rasanya mahasiswa kami mendapatkan banyak pengalaman langsung berwirausaha melalui program Wirausaha Merdeka ini. Sesuai dengan visi misi Prodi kami yang unggul dalam berjiwa wirausaha. Tentunya apa yang sudah didapatkan oleh Trisania ini bisa ditularkan kepada teman-temannya untuk semangat menjadi mahasiswa berwirausaha membangun usaha bisnisnya secara mandiri,” kata Mohammad Solihin, yang juga Sekretaris Program Studi Ilmu Komunikasi UNRIYO.

Nah, ingin tahu lebih lanjut mengenai usaha lilin aromaterapinya? Langsung cek saja di websitenya https://harmonylight.my.id dan dukung usaha yang telah dirintis oleh mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi Universitas Respati Yogyakarta. (MS)

Follow INSTAGRAM: @ilkom_unriyo
FACEBOOK: Prodi Ilmu Komunikasi Unriyo
YOUTUBE CHANNEL: Prodi Ilmu Komunikasi UNRIYO

.

Berita Sebelumnya Pengin Tambah Pengalaman dan Relasi Baru, HIMAKOM UNRIYO Sambangi HIMAKOM UKSW
Berita Selanjutnya Dorong Karier Global, UNRIYO Perluas Peluang Mahasiswa melalui Program Magang dan Kerja Profesional…