YOGYAKARTA - Universitas Respati Yogyakarta (UNRIYO) terus memperkuat langkah menuju visinya sebagai universitas unggul, berjiwa wirausaha, dan berdaya saing global pada tahun 2038. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan International Workshop bertajuk Empowering Communities for Active Ageing: Optimizing Social Space for Older Persons as the Backbone of Age-Friendly Area yang berlangsung di Kampus 2 UNRIYO, Kamis (25/6/2026).
Kegiatan berskala internasional ini diselenggarakan secara hybrid dengan peserta yang hadir langsung di Ruang Rapat Gedung B Kampus 2 UNRIYO maupun melalui Zoom Meeting. Workshop diikuti peserta dari berbagai perguruan tinggi dan institusi di Indonesia yang memiliki perhatian terhadap isu penuaan penduduk dan pengembangan kawasan ramah lansia.
Tiga narasumber hadir untuk berbagi pengalaman dan gagasan, yaitu Toshihiro Hirata dari Fukuoka Council for Designing Society in Aging Asia (FADC), Jepang, Rektor UNRIYO Prof. dr. Hari Kusnanto, Dr.PH., Sp.KKLP., serta Wakil Rektor Bidang Akademik UNRIYO Dr. Ariyanto Nugroho, S.K.M., M.Sc. Ketiganya menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara dalam membangun masyarakat yang semakin siap menghadapi meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia.

Usai workshop, rombongan melanjutkan kegiatan field trip ke Sekolah Lansia, Bina Keluarga Lansia (BKL) Sehat Ceria di Dusun Jongkangan, Kalurahan Tamanmartani, Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman. Kunjungan ini bertujuan melihat secara langsung implementasi program pemberdayaan lansia yang selama ini didampingi oleh dosen UNRIYO, yakni Dwi Endah Kurniasih, S.K.M., M.P.H. dan Muflih, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kep.Kom.
Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Kepala Sekolah Lansia BKL Sehat Ceria, para kader, serta sekitar 80 peserta lansia yang aktif mengikuti kegiatan pembelajaran. Dalam sambutannya, Kepala Sekolah menyampaikan bahwa program Sekolah Lansia telah memberikan dampak positif bagi masyarakat Dusun Jongkangan. Program tersebut tidak hanya meningkatkan pengetahuan dan kemandirian lansia, tetapi juga menjadi support system yang memperkuat kebersamaan, kesehatan, dan kualitas hidup para lanjut usia di lingkungan mereka.
Kunjungan FADC ke Daerah Istimewa Yogyakarta dinilai sangat relevan mengingat provinsi ini memiliki jumlah penduduk lanjut usia tertinggi di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, persentase penduduk lansia di DIY mencapai 16,28 persen, tertinggi secara nasional. Kondisi tersebut menjadikan Yogyakarta sebagai laboratorium yang tepat untuk mengembangkan berbagai inovasi dan kebijakan menuju kawasan yang lebih ramah lansia.

Kolaborasi antara UNRIYO dan FADC merupakan bukti implementasi nyata kerja sama internasional yang telah terjalin selama ini. Ke depan, kedua institusi berkomitmen untuk terus memperluas kolaborasi melalui penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pertukaran pengetahuan dalam bidang active ageing. Melalui sinergi yang didukung pengalaman internasional dan data empiris di lapangan, UNRIYO berharap berbagai program pemberdayaan lansia dapat terus berkembang. Tujuannya bukan sekadar meningkatkan angka harapan hidup, tetapi juga memastikan setiap lansia dapat menjalani kehidupan yang sehat, aktif, mandiri, dan berkualitas sehingga mampu tetap berkontribusi bagi keluarga maupun masyarakat.
#GREAT#UNRIYO
.