YOGYAKARTA (ILKOM) – Perubahan dunia komunikasi yang semakin cepat akibat perkembangan teknologi digital, media sosial, kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence), dan industri kreatif menuntut perguruan tinggi untuk terus beradaptasi. Kesadaran inilah yang mendorong Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi (FISE) Universitas Respati Yogyakarta (UNRIYO) memulai langkah strategis menuju penyusunan kurikulum baru berbasis Outcome-Based Education (OBE) tahun 2026.
Langkah awal tersebut diwujudkan melalui kegiatan “Evaluasi dan Peninjauan Kurikulum Program Studi Ilmu Komunikasi Menuju OBE 2026” yang diselenggarakan pada Selasa (19 Mei 2026) lalu di Ruang Sidang Kampus I UNRIYO. Kegiatan ini melibatkan tim kurikulum Program Studi Ilmu Komunikasi bersama Dekan, Unit Layanan Pengembangan Pendidikan, Unit Layanan Akademik dan Perkuliahan, serta Bidang Sistem Penjaminan Mutu Internal.
Bagi Program Studi Ilmu Komunikasi, evaluasi kurikulum bukan sekadar memenuhi tuntutan administrasi akademik. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi momentum untuk meninjau kembali relevansi kurikulum yang selama ini diterapkan dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berubah.
Pentingnya penyusunan kurikulum yang realistis dan terukur disampaikan oleh Kepala Unit Layanan Pengembangan Pendidikan UNRIYO, Eko Mindarsih. Menurutnya, program studi perlu berhati-hati dalam merumuskan profil lulusan maupun capaian pembelajaran lulusan (CPL).
“Semakin banyak profil lulusan dan CPL yang ditetapkan, maka semakin besar tantangan dalam merealisasikan dan mengukurnya. Karena itu, program studi perlu menyusun profil lulusan dan CPL secara fokus, terukur, dan sesuai dengan kemampuan implementasi,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya peninjauan kembali bahan kajian yang menjadi fondasi kurikulum. Kedalaman materi pada setiap mata kuliah harus benar-benar mencerminkan kompetensi yang ingin dicapai oleh lulusan.
Diskusi kemudian dilanjutkan dengan pemaparan Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi, Yanus Purwansyah Sriyanto, yang menjelaskan perkembangan kurikulum yang saat ini diterapkan. Ia mengungkapkan bahwa Program Studi Ilmu Komunikasi memiliki pengalaman dalam pengembangan pembelajaran berbasis kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), termasuk keberhasilan memperoleh hibah MBKM pada tahun 2020.

Saat ini Program Studi Ilmu Komunikasi memiliki empat profil lulusan dengan sebelas relasi bahan kajian yang menjadi dasar pengembangan mata kuliah. Selain itu, sistem peminatan telah mulai diterapkan sejak angkatan 2023 pada semester tiga. Namun demikian, perkembangan jumlah mahasiswa dan dinamika kebutuhan industri memunculkan pertanyaan penting mengenai efektivitas sistem peminatan yang selama ini dijalankan.
Persoalan tersebut menjadi salah satu fokus diskusi. Kepala Unit Layanan Akademik dan Perkuliahan, Farida Nur Aini, mengingatkan bahwa keberadaan peminatan perlu mempertimbangkan jumlah mahasiswa yang tersedia. Ia mencontohkan pengalaman program studi lain di lingkungan UNRIYO yang melakukan penyederhanaan jumlah peminatan agar lebih efektif dalam pelaksanaannya. Menurutnya, kurikulum tetap perlu dirancang fleksibel sehingga dapat menyesuaikan kebutuhan ketika jumlah mahasiswa meningkat di masa mendatang.
Pandangan serupa disampaikan oleh Kepala Bidang Sistem Penjaminan Mutu Internal, Elisabeth Deta Lustiyati, yang menekankan pentingnya keselarasan antara profil lulusan, CPL, bahan kajian, dan struktur mata kuliah. Menurutnya, penyusunan profil lulusan sebaiknya didasarkan pada analisis SWOT program studi sehingga benar-benar mencerminkan kekuatan, peluang, tantangan, dan karakteristik khas Program Studi Ilmu Komunikasi UNRIYO.
“Profil lulusan yang menjadi penciri program studi harus memiliki keterwakilan yang jelas dalam CPL. Keterkaitan antara profil lulusan, CPL, bahan kajian, dan mata kuliah perlu diperkuat agar kurikulum benar-benar selaras dengan prinsip Outcome-Based Education,” jelasnya.
Diskusi yang berlangsung selama beberapa jam tersebut menghasilkan sejumlah catatan penting. Di antaranya adalah perlunya penyederhanaan dan penajaman profil lulusan, peninjauan kembali jumlah CPL, evaluasi bahan kajian, serta kajian terhadap keberlanjutan sistem peminatan yang selama ini diterapkan.
Bagi Program Studi Ilmu Komunikasi UNRIYO, kegiatan ini menjadi titik awal transformasi kurikulum yang lebih besar. Kurikulum yang akan disusun tidak hanya berorientasi pada pemenuhan standar akademik, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang adaptif, kreatif, kompeten, dan mampu menjawab kebutuhan dunia komunikasi yang terus berkembang. Melalui proses evaluasi yang komprehensif dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, Program Studi Ilmu Komunikasi UNRIYO menunjukkan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan serta mempersiapkan lulusan yang siap bersaing di era komunikasi digital dan industri kreatif masa depan. (CS)
Follow INSTAGRAM: @ilkom_unriyo
FACEBOOK: Prodi Ilmu Komunikasi Unriyo
YOUTUBE CHANNEL: Prodi Ilmu Komunikasi UNRIYO