Menemukan Arah, Perjalanan Ingrit Memilih Peminatan Jurnalistik

YOGYAKARTA (ILKOM) – Ibarat seorang pelaut yang mencari arah angin terbaik untuk berlayar, begitulah perjalanan seorang perempuan bungsu asal Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam menentukan pilihan peminatan di jurusan ilmu komunikasi. Ia tidak ingin sekedar mengikuti arus, tetapi berusaha menemukan jalur yang benar-benar sesuai dengan kata hatinya.

Gadis cantik tersebut merupakan mahasiswi Program Studi Ilmu komunikasi Universitas Respati Yogyakarta yang kini berusia 20 tahun. Pada awal masa perkuliahan, ia sempat mengalami kebingungan dalam menentukan peminatan antara Broadcasting dan Jurnalistik. Dua pilihan itu sama-sama menarik, namun memiliki karakter yang berbeda dan membuatnya ragu mengambil keputusan.

Mahasiswi asal NTT itu mengaku tidak ingin memilih peminatan hanya karena mengikuti teman atau tren yang berkembang di lingkungan kampus. Oleh karena itu, sosok muda tersebut berinisiatif mencari informasi dengan bertanya langsung kepada mahasiswa tingkat atas Ilmu komunikasi guna memahami perbedaan mendasar antara kedua peminatan tersebut.

"Saya tidak ingin memilih hanya karena ikut-ikutan," ujarnya saat di wawancarai di Warmindo Jalan Cempedak, Yogyakarta, Selasa (10/12/2025) lalu.

Hingga akhirnya, keputusan itu muncul yang ia ambil di pertengahan semester dua menjadi langkah baru yang mengubah arah perjalanan akademiknya. Perempuan bungsu itu mulai menyadari bahwa selama ini ia memiliki ketertarikan besar pada dunia berita. Ia gemar membaca berita daring, mengikuti perkembangan isu sosial, serta menikmati gaya penulisan para jurnalis profesional. Dunia teks dan narasi manusia terasa lebih dekat baginya dibanding harus tampil di depan kamera.

“Aku suka membaca berita dan ingin tahu bagaimana berita itu dibuat. Aku ingin menulis sesuatu yang bermanfaat untuk banyak orang,” ungkap mahasiswi Ilmu Komunikasi tersebut saat ditemui.

Akhirnya, di lingkungan kampus Universitas Respati Yogyakarta, ia memberanikan diri memilih peminatan Jurnalistik meskipun keputusan tersebut diambil pada pertengahan semester dua, waktu yang tidak lazim bagi mahasiswa untuk mengubah arah minat studinya. Awalnya, ia sempat merasa ragu dan khawatir tidak mampu menjalaninya.

Namun seiring berjalannya waktu, keraguan itu perlahan hilang. Melalui praktik liputan di area kampus, perempuan muda itu mulai berani keluar dari zona nyamannya. Ia melakukan wawancara dengan mahasiswa dari berbagai program studi dan belajar menghadapi beragam karakter narasumber.

Kini, mahasiswi asal Manggarai tersebut mulai mempelajari berbagai keterampilan jurnalistik, mulai dari teknik penulisan berita, wawancara, hingga dasar-dasar peliputan. Pengalaman menjalani tugas liputan pertamanya semakin menguatkan keyakinannya bahwa ia telah berada di jalur yang tepat.

Perjalanan perempuan bungsu tersebut masih panjang. Namun satu hal yang pasti, keberaniannya memilih passion telah membuka arah baru dalam perjalanan akademiknya. Ia percaya bahwa cerita yang baik dapat mengubah cara seseorang memandang dunia. Ke depan, ia berharap dapat menghasilkan karya jurnalistik yang memberi dampak positif bagi pembaca dan lingkungan sekitarnya. (Penulis: Putri Heti Eka Cahya)

* Tugas Mata Kuliah Teknik Penulisan Berita

Follow INSTAGRAM: @ilkom_unriyo
FACEBOOK: Prodi Ilmu Komunikasi Unriyo
YOUTUBE CHANNEL: Prodi Ilmu Komunikasi UNRIYO

.

Berita Sebelumnya CHARACTER BUILDING MEMBANGUN SOFT SKILL DI ERA GENERASI Z PRODI HIMPUNAN MAHASISWA TEKNOLOGI…
Berita Selanjutnya Program Studi Kebidanan Program Sarjana sukses menyelenggarakan Kuliah Pakar bagi Mahasiswa…