Yogyakarta, Mei 2026 – Program Studi Kebidanan Program Sarjana dan Program Studi Pendidikan Profesi Bidan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Respati Yogyakarta (UNRIYO) menyelenggarakan Workshop Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE) sebagai bagian dari upaya pengembangan dan pemutakhiran kurikulum yang selaras dengan kebijakan pendidikan tinggi terbaru, kebutuhan dunia kerja, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta tuntutan profesi kebidanan. Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu pada 18 Mei 2026 dan 25 Mei 2026, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan internal maupun eksternal.
Workshop ini bertujuan untuk menyusun dan menyempurnakan kurikulum Program Studi Kebidanan Sarjana dan Pendidikan Profesi Bidan yang berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan (Outcome-Based Education/OBE), mendukung implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), serta memperkuat keterkaitan antara dunia pendidikan dan kebutuhan pengguna lulusan.

Hari Pertama: Penguatan Kebijakan dan Evaluasi Kurikulum
Kegiatan hari pertama yang dilaksanakan pada Senin, 18 Mei 2026, diawali dengan sambutan dari Ketua Panitia, Listia Dwi Febriati, S.ST., M.Kes. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya peninjauan kurikulum secara berkala untuk memastikan lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan perkembangan pelayanan kesehatan, kebutuhan masyarakat, serta standar nasional dan internasional profesi bidan.
Selanjutnya, sambutan sekaligus pembukaan workshop disampaikan oleh Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Ilmu Kesehatan, Dewi Setyaningsih, S.SiT., M.P.H. Beliau menegaskan bahwa implementasi kurikulum berbasis OBE menjadi langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan dan menghasilkan lulusan yang unggul, profesional, adaptif, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Memasuki sesi inti, peserta memperoleh berbagai materi yang menjadi dasar penyusunan kurikulum baru. Materi pertama disampaikan oleh Dr. Eko Mindarsih, S.SiT., M.Kes., selaku Kepala Unit Layanan Pengembangan Pendidikan (ULPP) UNRIYO, mengenai Paparan Kebijakan Kurikulum Perguruan Tinggi Tahun 2024 Berbasis OBE dan MBKM. Dalam paparannya dijelaskan bahwa pengembangan kurikulum harus berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan (learning outcomes), memperhatikan kebutuhan stakeholders, serta mendukung penguatan keterampilan abad ke-21 seperti komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, kreativitas, dan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran.
Materi kedua disampaikan oleh Listia Dwi Febriati, S.ST., M.Kes. mengenai Evaluasi Kurikulum Program Studi Kebidanan Sarjana. Pada sesi ini dipaparkan hasil evaluasi implementasi kurikulum yang telah berjalan, termasuk analisis terhadap profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan (CPL), struktur mata kuliah, metode pembelajaran, serta kebutuhan pengembangan kurikulum yang lebih responsif terhadap perubahan lingkungan pelayanan kesehatan.
Materi ketiga disampaikan oleh Ester Ratnaningsih, S.ST., M.Keb. mengenai Paparan Hasil Tracer Study dan Stakeholder Survey. Hasil tracer study menunjukkan pentingnya penguatan kompetensi komunikasi, kepemimpinan, kemampuan berpikir kritis, penggunaan teknologi kesehatan, serta keterampilan kolaborasi lintas profesi. Masukan dari pengguna lulusan dan mitra menjadi salah satu landasan utama dalam penyusunan profil lulusan dan capaian pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Pada materi keempat, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan, Wahyu Rochdiat M., S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kep.J, menyampaikan paparan mengenai Integrasi Visi dan Misi Fakultas dalam Pengembangan Kurikulum Program Studi Berbasis OBE. Beliau menekankan bahwa pengembangan kurikulum harus selaras dengan visi Fakultas Ilmu Kesehatan untuk menghasilkan tenaga kesehatan profesional, berdaya saing, berjiwa kewirausahaan, serta memiliki keunggulan pada bidang kebencanaan dan komplementer terintegrasi berbasis teknologi tepat guna.
Materi terakhir disampaikan oleh Rize Budi Amalia, S.Keb., Bd., M.Kes. mengenai Paparan Kurikulum Sarjana dan Profesi Bidan Tahun 2025. Dalam sesi ini dibahas berbagai perkembangan kurikulum kebidanan, termasuk penyesuaian terhadap standar kompetensi terbaru, kebutuhan praktik klinik, penguatan atribut lulusan, pembelajaran kolaboratif-partisipatif, serta penerapan metode pembelajaran inovatif seperti Case Method dan Project Based Learning yang mendukung implementasi OBE.
Workshop hari pertama berlangsung secara interaktif dengan menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, antara lain Dinas Kesehatan, Ikatan Bidan Indonesia (IBI), rumah sakit dan lahan praktik, pengguna lulusan (user), alumni, mahasiswa, dosen, serta tenaga kependidikan. Kehadiran para stakeholder memberikan masukan yang sangat berharga dalam proses evaluasi dan pengembangan kurikulum agar lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.

Hari Kedua: Penyusunan Struktur Kurikulum
Kegiatan dilanjutkan pada 25 Mei 2026 dengan fokus pada penyusunan dan pembahasan struktur kurikulum Program Studi Kebidanan Sarjana dan Pendidikan Profesi Bidan. Sesi ini dipandu oleh Bdn. Zahrah Zakiyah, S.SiT., M.Keb. dan Bdn. Dheska Arthyka Palifiana, S.ST., M.Kes.
Pada sesi ini dilakukan pembahasan mendalam mengenai struktur mata kuliah, distribusi beban studi, pemetaan capaian pembelajaran lulusan (CPL), capaian pembelajaran mata kuliah (CPMK), bahan kajian, serta integrasi pembelajaran berbasis OBE dalam keseluruhan kurikulum. Diskusi juga difokuskan pada penyelarasan profil lulusan dengan kebutuhan pengguna, kebijakan MBKM, visi keilmuan program studi, serta standar kompetensi profesi bidan yang berlaku.
Melalui kegiatan ini diharapkan tersusun kurikulum yang lebih adaptif, inovatif, dan berorientasi pada luaran pembelajaran, sehingga mampu menghasilkan lulusan bidan yang profesional, kompeten, berintegritas, memiliki jiwa kepemimpinan dan kewirausahaan, serta siap menghadapi tantangan pelayanan kesehatan di era global.
Workshop Kurikulum Berbasis OBE ini menjadi salah satu langkah strategis Program Studi Kebidanan Sarjana dan Program Studi Pendidikan Profesi Bidan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Respati Yogyakarta dalam mewujudkan pendidikan kebidanan yang berkualitas, unggul, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat serta perkembangan dunia kesehatan masa depan.
.