<?php echo $berita_read->judul_berita ?>

YOGYAKARTA (ILKOM) – Sembilan Calon Panitia Seleksi (Capansel) Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) Universitas Respati Yogyakarta yang terdiri dari pendidik, tenaga kependidikan, dan mahasiswa itu satu per satu menyampaikan pandangannya mengenai kekerasan seksual yang terjadi di Perguruan Tinggi dan apa yang akan dilakukan jika terpilih nantinya. Salah satunya Mohammad Solihin, dosen dari Prodi Ilmu Komunikasi Program Sarjana yang mewakili Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi untuk mengikuti Uji Publik Calon Panitia Seleksi Satgas PPKS UNRIYO 2022, Jumat (30/9/2022) lalu di kampus 2, Jalan Raya Tajem KM 1.5 Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta. 

Menurut dosen yang mengampu mata kuliah Media dan Gender ini menceritakan awal terpilihnya menjadi Calon Panitia Seleksi Satgas PPKS UNRIYO merupakan hasil seleksi dari Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi.

“Salah satu persyaratannya menjadi capansel yaitu pernah melakukan kajian tentang kekerasan seksual, gender dan/atau disabilitas. Selain itu juga pernah mendampingi korban kekerasan seksual, pernah mengikuti organisasi didalam atau luar kampus yang fokusnya di isu kekerasan seksual, gender, dan/atau disabilitas, dan/atau tidak pernah terbukti melakukan kekerasan termasuk kekerasan seksual,” jelasnya.

Sebelum uji publik, capansel ini harus lolos terlebih dahulu dalam pelatihan pembelajaran pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan Perguruan Tinggi dari Puspeka Kemdikbud via website https://belajarbersama-cerdasberkarakter.kemdikbud.go.id/.

“Berkaitan dengan kekerasan seksual itu sendiri tidak hanya berhubungan dengan tindakan pemerkosaan, namun juga merupakan perbuatan merendahkan, menghina, melecehkan, menyerang tubuh, fungsi reproduksi seseorang, karena ketimpangan relasi kuasa dan atau gender, yang berakibat pada penderitaan psikis dan atau fisik termasuk yang mengganggu kesehatan reproduksi seseorang dan hilang kesempatan melaksanakan pendidikan tinggi dengan aman dan optimal,” ujarnya.

Sementara itu tim penguji dalam Uji Publik Calon Panitia Seleksi Satgas PPKS UNRIYO 2022 ini terdiri dari Wakil Rektor 1, Wakil Rektor 2, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi, dan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi. Tidak hanya itu saja, uji publik ini juga dihadiri oleh undangan untuk KPS, Biro dan BEM yang diminta untuk memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada capansel.

Hasil uji publik ini meloloskan 7 Panitia Seleksi Satuan Satgas PPKS UNRIYO diantaranya Mohammad Solihin (dosen FISE), Masruroh (dosen FIKES), Arum Kurnia Sulistyawati (dosen FST), Dewi Setyaningsih (dosen FIKES), Gunawan Setyo Nugroho (tenaga kependidikan), Ananda Dewin Ikhtiarin (mahasiswa), dan Robin Setiyawan (mahasiswa).
Setelah lolos uji publik, Panitia Seleksi Satgas PPKS UNRIYO ini bertugas selama 3 bulan untuk menyusun petunjuk teknis seleksi anggota Satgas, kemudian melaksanakan seleksi anggota Satgas, dan merekomendasikan anggota Satgas kepada Rektor untuk ditetapkan. (CS)

 

Follow INSTAGRAM: @ilkom_unriyo
FACEBOOK: Prodi Ilmu Komunikasi Unriyo
YOUTUBE CHANNEL: Prodi Ilmu Komunikasi UNRIYO

.

Berita Sebelumnya Program Studi Kebidanan Program Sarjana sukses menyelenggarakan Kuliah Pakar bagi Mahasiswa…
Berita Selanjutnya Kuliah Pakar bagi Mahasiswa Semester 5 Program Studi Kebidanan Program Sarjana