<?php echo $berita_read->judul_berita ?>

FST UNRIYO (Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Respati Yogyakarta) sukses menggelar Konferensi Internasional dalam Bidang Teknologi secara Virtual.

Dalam situasi pandemi Covid-19 (Coronavirus disease 2019) tidak menghalangi konferensi untuk saling berbagi ilmu dan berbagi hasil penelitian dari dosen dan peneliti.

Meski dalam kondisi pandemi, FST UNRIYO untuk pertama kalinya berhasil menggelar konferensi internasional dengan nama kegiatan yaitu, 1st ICoSTEC (1st International Conference on Science & Technology Innovation) 2022 yang dilaksanakan secara virtual. Pelaksanaan ICoSTEC dibagi menjadi dua sesi, sesi umum dan sesi paralel.

Acara konferensi internasional dimulai dengan welcome speech dari Ketua Panitia yaitu Putra Wanda S.Kom.,M.Eng.Ph.D., Kemudian dilanjutkan dengan pidato sambutan sekaligus membuka acara oleh Rektor UNRIYO yang dalam hal ini diwakilkan oleh Wakil Rektor 1 UNRIYO, Dr Fransiska Lanny MS.

"Inovasi penting dalam bidang sains dan teknologi untuk menjawab tantangan di era industry 4.0," kata Dr. Lanni dalam sambutannya.

Keynote Speaker yang dihadirkan dalam Konferensi Internasional ICoSTEC kali ini antara lain : Prof. Ts. Dr. Shukor Bin Abd Razak dari UTM (University Teknologi Malaysia), Malaysia, Prof. Uranchimeg Tudevdagva, dosen dan peneliti di Chemnitz University of  Technology, Germany,  Dr. M.V Reddy dari Nouveau Monde Graphite, Montreal, Canada, dan Deris Stiawan. Ph.D. dari UNSRI (Universitas Sriwijaya), Indonesia.

Pada sesi General Session, Prof. Ts. Dr. Shukor (UTM)membahas tentang pentingnya keamanan pada teknologi AR (Augmented Reality) yang sudah mulai banyak diimplementasikan di dunia nyata.

Sedangkan, Dr. Deris (UNSRI) menjelaskan tentang pentingnya keamanan cyber (Cyber Security) dalam berbagai bidang kehidupan di era digital.

Selain itu, dalam sesi ini juga membahas tren penerapan model baru dari e-learning pasca pandemi yang dikupas oleh Prof. Tudevdagva yang notabene sebagai pakar teknologi pembelajaran di Chemnitz University of Technology, Germany, sedangkan Dr. Reddy dari Montreal Canada mengupas tentang teknologi Smart Energy.

Peserta untuk sesi pertama mencapai ratusan orang, selain dari Indonesia juga dari mancanegara antara lain Malaysia, China, India, Germany & Canada dengan menggunakan aplikasi Zoom Webinar.

Putra Wanda, Ph.D, selaku Ketua Panitia menyampaikan, semua makalah yang sudah di review dan di presentasikan akan diterbitkan dalam e-prosiding yang  terindeks Google Scholar, dan beberapa makalah yang terpilih akan disubmit ke jurnal terindex Scopus setelah melalui review tambahan.

"Peserta call of paper didominasi oleh dosen, peneliti dan mahasiswa baik program diploma, sarjana maupun program magister," ungkapnya.

Bagi dosen, kata Putra, keikutsertaan sebagai peserta call of paper menjadi nilai tambah yang cukup penting di bidang penelitian dan publikasi ilmiah, dimana seorang dosen dituntut untuk melaksanakan Tridarma Perguruan Tinggi secara rutin atau berkala setiap semester dan wajib melaporkan semua kegiatan Tridarma pada SISTER Kemendikbudristek Dikti RI (Sistem Informasi Sumber daya Terintegrasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi Republik Indonesia).

"Sedangkan bagi mahasiswa selain menambah wawasan pengetahuan di bidang sains dan teknologi, memiliki nilai tambah pada dokumen SKPI (Surat Keterangan Pendamping Ijazah) saat lulus nantinya," ucapnya.

Acara konferensi ini ditutup melalui prosesi closing ceremony dan penyampaian closing remarks oleh Sri Hasta Mulyani, S.Kom.,M.Kom. selaku Perwakilan Steering Committe ICoSTEC 2022.

Hasta menuturkan, Konferensi Internasional adalah forum intelektual dimana para akademisi, peneliti, praktisi, mahasiswa maupun masyarakat umum bertemu untuk saling memaparkan topik  penelitian terkait issue terkini khususnya di bidang sains dan teknologi yang sedang mereka kaji.

"Hasil diskusi dan paparan hasil penelitian ini diharapkan  dapat memberikan kontribusi terhadap masalah-masalah yang ada di negara masing-masing, meskipun kontribusi yang diberikan mungkin kecil namun tetap bernilai," ujarnya.

"Di tahun-tahun berikutnya, UNRIYO secara konsisten menyelenggarakan Konferensi Internasional sebagai bagian dari upaya menjadi kampus berwawasan global yang semakin berkembang dan menghasilkan lulusan yang kompetitif," imbuhnya,  menutup secara resmi acara ICoSTEC 2022. 

.

Berita Sebelumnya Collaborative General Lectures UNRIYO – ST Paul University Philliphines : The Challenges and…
Berita Selanjutnya Wisudawati dari Bengkulu Menjadi Lulusan Terbaik Prodi Kebidanan Program Diploma Tiga Tahun…