<?php echo $berita_read->judul_berita ?>

Universitas Respati Yogyakarta(UNRIYO) Kampus II Maguwo Tajem Aula lantai V Jumat, 31 Mei 2024 bertepatan dengan hari tanpa tembakau sedunia, Himpunan Mahasiswa Kesehatan Masyarakat (HMKM) angkatan 2022, melakukan Pengabdian Kepada Masyarakat.

UNRIYO melalui Wakil Rektor BIdang Kemahasiswaan, Kerjasama dan Alumni Bersama Unit Layanan Kemahasiswaan dan Alumni mendukung setiap kegiatan mahasiswa berbagai Organisasi Mahasiswa seperti pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh HMKM dan mengundang para Dosen Pendamping Akademik.

Pada kegiatan ini HMKN menusung tema “Kebijakan yang Melindungi Mahasiswa dari Pengaruh Industri Tembakau”. Narasumber pada kegiatan tersebut adalah Ibu Dra. Rodiyah Soekardi, M. Kes, beliau membawakan materi yang sangat unik. Judul materinya adalah “TEMBAKAU, Hijaunya bikin candu”.

Dalam urainnya beliau menyampaikan bahwa menjelaskan mengenai kebijakan yang ada di Kampus, sejarah dari tembakau, kandungan kimia dari daun tembakau, dampak merokok bagi kesehatan dll. Berbagai jenis rokok yang sudah ada di pasaran, dan berbagai jenis rokok juga diperjual belikan, salah satunya yang sering kita jumpai adalah rokok elektronik. Rokok ini juga memiliki bahan kimia, dan hampir sama dengan rokok bakar biasa yang juga memiliki dampak kesehatan seperti engiritasi paru-paru dan mata, gangguan pernafasan, sesak nafas, obstruksi paru Kanker paru-paru dan penyempitan pembuluuh darah. Selain gaguan kesehatan rokok elektronik juga sama saja dengan rokok bakar lainnya, yaitu merugika enomoni sosial di masyarakat karena, pecandu rokok lebih memilih terus mengeluarkan uang untuk membeli rokok.

Asap rokok juga merugikan tidak hanya si perokok, tetapi juga orang lain yang menghirup asap rokok. Asap rokok bisa menimbulkan gangguan kesehatan, bisa dilihat pada gambar dibawah ini.

Organ tubuh yang terdampakkarena merokok

Remaja menjadi salah satu target dari pemasaran rokok karena, remaja memiliki jangka waktu hidup yang masih panjang, serta para remaja kebanyakan mudah terpengaruh oleh sesuau hal yang baru, unik dan menarik bagi remaja tersebut, dan remaja juga selalu mengikuti trend mode, termasuk rokok. Menurut WHO, perokok remaja di Indonesia masuk dalam kategori tertinggi di dunia. Untuk menghindari pengaruh untuk merokok,
• Kita bisa menghindari berkumpul dengan teman-teman yang sedang merokok,
• Jangan merasa malu ketika kita bukan merokok,
• Memperbanyak pencarian informasi
• Hindari sesuatu terkait rokok
• Lakukan hal-hal yang positif, seperti : olahraga, mambaca atau hobi lain yang bisa menyehatkan
Kita sudah pasti familiar dengan kata-kata perokok pasif dan perokok aktif, dan kita juga sering diberi informasi kalau perokok pasif lebih berbahaya dari pada perokok aktif. Nyatanya perokok pasif sama saja bahanya dengan perokok aktif. Perokok pasif sama dengan perokok aktif yang berpotensi untuk penyakit seperti ganguan kardiovaskular, asma, kanker paru-paru, gangguan kehamilan, dll.
Bahaya lainnya ketika perokok merokok dalam rumah. Bahaya yang ditimbulkan karena adanya zat-zat beracun dari asaprokok yang menempel di lantai dan perabotan, walaupun sudah membuka jendela juga tidak cukup untuk menghilangkan zat-zat ini sampai berhari-hari hingga berminggu-minggu. Asap rokok itu tidak akan hilang hingga 3 jam, residunya akan menempel pada barang barang didalam rumah yang terkena asap rokok, partikel asap rokok itu kecil sehingga mudah berpindah ruangan meskipun pintu tertutup, dan asapnya juga berada dalam nafas perokok, pakaian, rambut, kulit dll sehingga kemanapun ia pergi, tetap akan membawa asapnya.
Efek buruk yang terjadi ketika orang tua sering merokok didekat anak-anak, yaitu
• Pneumonia dan bronkiris
• Sindrom kemaian mendadak pada bayi
• Masalah pernafasan ketika dewasa
• Menghambat pertumbuhan paru-paru
• Infeksi telinga
• Saat beranjak remaja, anak juga akan menjadi perokok

Efek anak di area perokok

Tidak ada batas kadar pajanan asap rokok dan residu rokok yang aman untuk anak, bahkan sedikit saja dapat merusak paru-paru yang sedang berkembang. Karena itu, demi kesehatan bersama sebaiknya rumah dijaga agar terbebas dari asap dan residu rokok. Kondisi kawasan tanpa rokok harus di upayakan berdama, baik oleh perokok aktif maupun bukan.

Di Universitas Respati Yogyakarta (UNRIYO) sudah menerapkan kebijakan KTR (kawasan tanpa rokok) yang diterapkan pada kampus 1 dan 2. Landasan hukum yang dipakai adalah Undang-undang Republik Indonesia Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan pasal 113 sampai 116. Landasan hukum KTR Universitas Respati Yogyakarta (UNRIYO) adalah keputusan rektor nomor 462.2/S.K/REK/IX/2012. Tujuan dari KTR yaitu:

  • untuk menurunkan angka kesakitan dan/atau angka kematian akibat asap rokok dengan cara mengubah perilaku masyarakat untuk hidup sehat,
  • meningkatkan produktivitas kerja yang oprimal, mewujudkan kualitas udara yang sehat dan bersih, bebas dari asapp rokok,
  • mewujudkan kualitas udara yang sehat dan bersih, bebas dari asap rokok,
  • menurunkan angka perokok dan mencegah perokok pemula
  • mewujudkan generasi muda yang sehat
  1.  


Untuk hal itu, kita sebagai mahasiswa/i kesehatan masyarakat juga turut membantu agar kebijakan ini tidak dilanggar oleh oknum-oknum yang mencoba-coba untuk merokok di area kampus.

Salam sehat, Bersama Respati Raih Prestasi

.

Berita Sebelumnya Hayuning Bikin Bangga Prodi Ilmu Komunikasi UNRIYO Dalam Ajang BECC 2023
Berita Selanjutnya Mount Education Angkatan XIII ”TRASHBAG” Mahasiswa Respati Pecinta Alam