Edukasi Kesehatan Reproduksi di SDN Jagamangsan: Siswa Kelas 5 Belajar Menjaga Diri Sejak Dini

Jagamangsan, 28 April 2025 – Puluhan siswa dan siswi kelas 5 SDN Jagamangsan tampak duduk dengan penuh rasa ingin tahu saat mengikuti kegiatan edukasi kesehatan reproduksi pada Senin pagi (28/4). Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anak mengenai kesehatan reproduksi sejak dini, menjaga kebersihan diri, serta memahami perubahan fisik dan emosional pada masa pertumbuhan.

Konsep edukasi kesehatan sekolah seperti ini memang banyak diterapkan untuk membangun perilaku hidup sehat sejak dini. Namun, yang membedakan kali ini adalah pendekatan yang lebih personal dan interaktif, di mana para siswa dibagi ke dalam kelompok terpisah antara laki-laki dan perempuan agar penyampaian materi terasa lebih nyaman dan efektif.

Ice Breaking dan Suasana Hangat

Kegiatan diawali dengan perkenalan serta sesi ice breaking yang dipandu oleh tim mahasiswa. Awalnya tampak beberapa siswa masih malu-malu, namun setelah beberapa permainan ringan, suasana berubah menjadi ceria dan penuh tawa. Para siswa terlihat antusias mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir, bahkan tak jarang mereka berlomba-lomba menjawab pertanyaan yang diajukan.

Setelah suasana terasa hangat dan interaktif, peserta kemudian dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu kelompok laki-laki dan kelompok perempuan. Kedua kelompok ditempatkan di ruang yang berbeda. Hal ini dilakukan agar para siswa lebih percaya diri dalam bertanya dan mendengarkan materi yang bersifat personal.

Materi untuk Laki-Laki: Perubahan Fisik dan Kebersihan Diri

Di ruang kelompok laki-laki, para siswa mendapatkan materi mengenai perubahan fisik pada masa pubertas, cara menjaga kebersihan organ reproduksi, serta pentingnya menjaga kesehatan diri secara umum. Tim mahasiswa menyampaikan materi dengan metode ceramah interaktif yang diselingi permainan edukatif.

"Kalian semua sedang tumbuh. Nanti suara akan berubah, tubuh akan semakin tinggi, dan ada perubahan-perubahan lain yang wajar terjadi. Tidak perlu takut, justru kalian harus bangga karena sedang menjadi dewasa," ujar salah satu mahasiswa di hadapan para siswa laki-laki yang menyimak dengan saksama.

Sesi tanya jawab pun berlangsung hidup. Beberapa siswa dengan polosnya bertanya tentang mimpi basah, perubahan suara, hingga cara membersihkan area kewanitaan (untuk kelompok perempuan) dan organ reproduksi laki-laki. Para mahasiswa menjawab dengan sabar, lugas, dan tetap menjaga nilai kesopanan.

Materi untuk Perempuan: Pubertas, Kebersihan, dan Kepercayaan Diri

Sementara itu, di ruang kelompok perempuan, suasana terasa lebih hangat dan akrab. Para siswi mendapatkan materi tentang perubahan fisik saat menstruasi, cara menjaga kebersihan organ reproduksi, serta pentingnya menjaga kesehatan diri selama masa pubertas. Tidak lupa, mereka juga diberikan pemahaman bahwa perubahan yang dialami adalah hal yang alami dan tidak perlu dirisaukan.

"Saat menstruasi, kalian harus rajin mengganti pembalut, mandi dua kali sehari, dan tetap beraktivitas seperti biasa. Jangan malu untuk bertanya pada ibu atau kakak perempuan di rumah," jelas mahasiswi yang memandu sesi tersebut.

Para siswi tampak antusias dan tidak lagi canggung setelah mendengar penjelasan yang disampaikan dengan cara yang ramah dan penuh empati. Beberapa di antaranya bahkan dengan percaya diri menceritakan pengalaman atau perasaan mereka terkait perubahan tubuh yang mulai mereka rasakan.

Permainan Edukatif dan Sesi Tanya Jawab

Di kedua kelompok, penyampaian materi tidak hanya berupa ceramah satu arah. Tim mahasiswa menyelipkan berbagai permainan edukatif, seperti kuis berhadiah, tebak gambar, dan studi kasus sederhana. Hal ini membuat siswa lebih mudah memahami materi yang diberikan sekaligus menjaga konsentrasi mereka.

Sesi tanya jawab menjadi momen yang paling dinanti. Para siswa diberikan kesempatan luas untuk bertanya mengenai hal-hal yang belum dipahami terkait kesehatan reproduksi. Mulai dari pertanyaan ringan seperti "kenapa jerawat muncul saat pubertas?" hingga pertanyaan yang lebih mendalam tentang perubahan emosi dan cara menjaga kebersihan diri. Semua pertanyaan dijawab dengan bijak dan sesuai dengan tingkat pemahaman anak usia sekolah dasar.

Evaluasi dan Pesan Kesehatan

Di akhir kegiatan, dilakukan evaluasi singkat untuk mengukur pemahaman siswa terhadap materi yang telah disampaikan. Hasilnya menggembirakan: sebagian besar siswa mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan kunci seputar kesehatan reproduksi dengan benar.

Kegiatan kemudian ditutup dengan penyampaian pesan kesehatan, di mana para siswa diingatkan untuk selalu menjaga kebersihan diri, tidak malu bertanya kepada orang tua atau guru, serta bersikap positif terhadap perubahan yang terjadi pada tubuh mereka.

Sebagai penutup yang berkesan, seluruh peserta dan tim mahasiswa mengabadikan momen melalui sesi foto bersama di halaman sekolah. Senyum ceria dan tawa riang mewarnai akhir kegiatan yang penuh makna ini.

Hasil dan Harapan

Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa dan siswi SDN Jagamangsan dapat lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sejak dini, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam keseharian, serta memiliki sikap positif dalam menjaga diri, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Edukasi kesehatan reproduksi bukanlah hal yang tabu untuk dibicarakan. Justru dengan pemahaman yang benar, anak-anak dapat tumbuh menjadi remaja yang sehat, percaya diri, dan terhindar dari berbagai risiko kesehatan di masa depan.

(Redaksi/Ners N18A)

.

Berita Sebelumnya Lulus Sebagai Dosen Pendamping Program MSIB 5 Kampus Merdeka, Dosen Ilmu Komunikasi UNRIYO…
Berita Selanjutnya UNRIYO Kukuhkan 285 Wisudawan, Siap Cetak Lulusan Adaptif dan Berdampak