YOGYAKARTA (ILKOM) - Sosok dan gayanya yang sederhana namun penuh makna ini mencerminkan semangat yang tak pernah lelah dalam mengembangkan diri. Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Respati Yogyakarta (UNRIYO) ini menyimpan dedikasi luar biasa sebagai pendidik. Tidak heran jika ia kembali melanjutkan langkahnya di Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) Batch 7 Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Kemendikbudristek Tahun 2024. Tak hanya sekadar terpilih, ini adalah kedua kalinya Mohammad Solihin mendapatkan kepercayaan sebagai Dosen Pendamping Program (DPP).
“Alhamdulillah, ini yang kedua kalinya saya lolos seleksi sebagai DPP MSIB Angkatan 7 Kampus Merdeka, sebelumnya pernah lolos di DPP MSIB Batch 5 tahun 2023,” terang Mohammad Solihin, dosen dengan kepakaran di bidang Media dan Ilmu Komunikasi ini saat ditemui di ruangannya, Senin (28/10/2024) lalu.
“Dan tahun ini dosen UNRIYO hanya 2 yang terpilih seleksi DPP MSIB 7,” tambahnya.

DPP MSIB merupakan perwakilan akademisi dengan latar belakang memiliki pengetahuan dan keahlian dalam bidang yang relevan dengan bisnis Mitra MSIB atau memiliki pemahaman yang memadai tentang project yang dilaksanakan mitra tersebut. Bagi Cak Sol, sapaan akrabnya Mohammad Solihin, peran ini bukan sekadar tugas. Di tengah hiruk-pikuk dunia pendidikan dan industri, ia berhasil menempatkan dirinya sebagai jembatan penghubung antara mahasiswa dan dunia profesional.
“Rasanya seperti mengulang perjalanan yang sangat berharga. Mendampingi mahasiswa dari berbagai latar belakang karakter dan kampus berbeda itu pengalaman luar biasa. Saya belajar banyak dari mereka begitupun sebaliknya,” ungkap Cak Sol dengan mata berbinar.
Kali ini, ia kembali ditugaskan di PT Surya Citra Media Tbk, salah satu perusahaan media terkemuka di Indonesia. Seperti tahun sebelumnya, Cak Sol akan mendampingi 55 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Mereka bukan hanya belajar soal teori, tetapi juga menyelami realitas industri yang penuh tantangan.
“Melihat mereka berkembang selama program ini adalah kepuasan tersendiri. Ada yang awalnya ragu-ragu, tapi setelah beberapa bulan, mereka jadi percaya diri dan paham apa yang ingin mereka capai di masa depan,” ceritanya mengenang pengalaman Batch sebelumnya.
Dedikasi Seorang Dosen
Bukan perkara mudah untuk lolos seleksi menjadi DPP MSIB. Karena harus melewati beberapa persyaratan seleksi dan yang lolos di Batch 7 ini hanya 646 dosen. Bagi Cak Sol, ini lebih dari sekadar pencapaian prestasi pribadi.
“Saya merasa ini adalah kesempatan untuk menginspirasi mahasiswa dan memberikan mereka pengalaman nyata. Pendidikan itu tidak hanya di ruang kelas, di lapangan mereka benar-benar tahu bagaimana ilmu yang mereka pelajari diterapkan,” katanya.
Meski sudah dua kali terpilih, Cak Sol merasa masih banyak hal yang harus ia pelajari. Baginya, dunia Pendidikan dan industri terus berkembang, dan sebagai pendidik, ia juga harus mengikuti perubahan tersebut.
“Yang terpenting jangan merasa puas dan berhenti belajar dengan ilmu yang sudah didapatkan, karena mendampingi mahasiswa MSIB ini juga bagian dari perjalanan belajar saya. Saya belajar dari mereka, dari mitra industri, dan dari pengalaman di lapangan,” tuturnya yang juga menjabat sebagai Sekretaris Program Studi Ilmu Komunikasi UNRIYO.
Program MSIB Batch 7 ini berlangsung selama 4 bulan mulai 6 September hingga 31 Desember 2024. Dalam waktu tersebut, Cak Sol bertekad untuk memberikan yang terbaik, tidak hanya sebagai dosen tetapi juga sebagai pendamping yang mampu memotivasi dan mengarahkan mahasiswa ke jalur yang tepat.
“Pada akhirnya, saya ingin mereka selesai dari program ini dengan rasa percaya diri dan pemahaman yang mendalam tentang dunia kerja. Itu saja sudah menjadi hadiah terbesar untuk saya,” tutup dosen yang suka memancing dan fotografi ini.
Cerita Mohammad Solihin, dosen Prodi Ilmu Komunikasi UNRIYO adalah bukti nyata sebuah pencapaian yang menunjukkan bahwa seorang dosen bukan hanya pengajar, tetapi juga pembimbing, inspirator, dan pembelajar sepanjang hayat. Dengan semangatnya, ia tidak hanya membawa nama baik UNRIYO tetapi juga menjadi teladan bagi dunia pendidikan di Indonesia. Figur dosen yang selalu memberikan dampak positif dengan segala pencapaian yang dimilikinya, keinginan untuk selalu berkembang, berbagi ilmu, dan menginspirasi generasi penerus menjadikannya sebagai sosok yang tidak hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga memberikan bekal hidup yang berharga bagi banyak orang. (Penulis: Erina Vianti, Editor: MS)
Follow INSTAGRAM: @ilkom_unriyo
FACEBOOK: Prodi Ilmu Komunikasi Unriyo
YOUTUBE CHANNEL: Prodi Ilmu Komunikasi UNRIYO