MAHASISWA HUBUNGAN INTERNASIONAL UNRIYO MENERBITKAN 3 BUKU

Dion Hargen adalah mahasiswa aktif angkatan 2020 pada Program Studi Hubungan Internasional Universitas Respati Yogyakarta (Prodi HI UNRIYO), di awal tahun 2025 ia telah berhasil menerbitkan tiga buku dan satu buku dalam proses ISBN keluar, dengan kata lain ada empat buku yang akan terbit. Ia pernah menjadi Sekjen DPM UNRIYO periode 2023/2024, aktif menulis artikel di media online, mengikuti kegiatan Mahasiswa Hubungan Internasional Se-Indonesia, selain itu ia juga aktif menjadi moderator dan pemantik diskusi ilmiah. Bagi Prodi HI kabar ini merupakan kabar yang menggembirakan sekaligus progresif di awal tahun 2025.

Ia mengungkapkan sedikit sharing dan pesan khususnya untuk mahasiswa "ketika ia belajar dalam perjalanannya menimba ilmu bukan hanya persolan mendapatkan nilai dan gelar, tetapi juga soal mengeksplorasi potensi diri. Menulis buku adalah salah satu cara untuk berbagi ilmu dan pengalaman dengan orang lain. Jangan pernah ragu untuk memulai sesuatu yang baru, jadikan masa kuliah sebagai ruang tumbuh, belajar, dan menciptakan karya yang bermanfaat. Ingat, apa yang kamu lakukan hari ini adalah investasi untuk masa depanmu".

Selain itu juga ada sedikit titipan untuk UNRIYO, ia bertutur "Universitas Respati Yogyakarta adalah rumah yang penuh inspirasi, di kampus ini saya tidak hanya mendapatkan pendidikan formal, tetapi juga banyak dorongan untuk terus berkembang sebagai individu yang kreatif dan produktif. Dukungan dari Dosen dan fasilitas kampus telah memberikan ruang bagi saya untuk dapat mewujudkan ide-ide menjadi sebuah karya  nyata. Saya merasa bangga menjadi bagian dari UNRIYO, karena Bapak dan Ibu Dosen terus mendorong mahasiswanya untuk melangkah lebih jauh dan lebih bermakna".

Prodi HI UNRIYO mengucapkan selamat atas terbit karya-karya nyatanya, tetapi juga jangan lupa untuk karya akademik tugas akhir skripsi harus terus dikerjakan. Teruslah berkembang, progresif, dan tetaplah membumi. "Bila kaum muda yang telah belajar di sekolah atau universitas dan menganggap dirinya terlalu tinggi dan pintar untuk melebur dengan masyarakat yang bekerja dengan cangkul dan hanya memiliki cita-cita yang sederhana, maka lebih baik pendidikan itu tidak diberikan sama sekali (Madilog)".

.

Berita Sebelumnya Mahasiswi Akuntansi UNRIYO, Fatma Nawang Setiyani, Raih Best Presenter dalam Webinar Nasional…
Berita Selanjutnya Kunjungan UNRIYO ke Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul, Perkuat Kerjasama Pendidikan