YOGYAKARTA (ILKOM) - Membuka wawasan mengenai pentingnya literasi digital khususnya dalam hal memverifikasi informasi yang diterima sebelum dibagikan ke publik apalagi di tengah derasnya arus informasi digital dan maraknya penyebaran hoaks, menjadikan sekelompok mahasiswa dari Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Respati Yogyakarta (UNRIYO) angkatan 2022 mengadakan kegiatan diskusi bertajuk “Don’t Just Share, Be Aware”. Kegiatan ini berbentuk diskusi santai yang berlangsung pada Rabu (11/07/2025) lalu di Takom Cafe & Resto, Yogyakarta.
Peserta diajak untuk lebih kritis dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial sebagai saluran komunikasi sehari-hari. Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa mahasiswa dari beberapa kampus yang ada di Yogyakarta.

Meskipun dilakukan dalam skala kecil, diskusi berlangsung aktif dan penuh antusiasme. Konsep ruang terbuka yang santai menjadi salah satu daya tarik yang membuat suasana diskusi lebih cair dan nyaman untuk saling berbagi pandangan.
Dalam sesi diskusi, para peserta membahas berbagai topik terkait tantangan penggunaan media digital, seperti penyebaran berita palsu (hoaks), eco chamber, filter buble, dan pentingnya keterampilan fact-checking.
Mahasiswa juga diperkenalkan dengan sejumlah tools pengecekan fakta yang saat ini banyak digunakan, seperti Google Fact Check, TurnBackHoax, Kompas CekFakta, dan lainnya.
“Kadang kita hanya fokus membagikan informasi tanpa memverifikasi kebenarannya terlebih dahulu. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak teman-teman lebih berhati-hati dan bijak dalam bermedia,” ujarTrisania Sashabila Br. Sagala selaku pemateri acara.
Kegiatan ini merupakan bagian dari bentuk kepedulian mahasiswa Ilmu Komunikasi UNRIYO terhadap isu-isu digital yang berkembang, serta implementasi dari materi perkuliahan yang relevan dengan fenomena komunikasi di era digital.
“Kegiatan ini merupakan project akhir dari kelompok mata kuliah Literasi Digital dengan dosen pengampu Mohammad Solihin yang memberikan kesadaran akan pentingnya memiliki kompetensi literasi digital,” ujar Sephia Sari Putri Utami, selaku moderator diskusi didampingi anggota kelompoknya yang lain yakni Ilham Agum Laksana, Irfan Irsyad, Ika Purwaningsih, Fikri Ahdiansyah, Maria Leony, Yotan Wenda, dan Kristina ina Arong Langkeru.

Selain memperluas wawasan, kegiatan ini juga menjadi ruang aktualisasi mahasiswa dalam mengasah keterampilan berpikir kritis dan komunikasi publik.
Melalui kegiatan “Don’t Just Share, Be Aware”, mahasiswa diharapkan mampu menjadi pengguna media yang lebih bijak, tidak hanya sebagai penerima informasi, tetapi juga sebagai penyaring dan penyebar informasi yang kredibel. Literasi digital bukan hanya keterampilan teknis, tetapi juga bentuk tanggung jawab sosial di era informasi yang serba cepat dan terbuka. (Penulis: Ika Purwaningsih, Editor: CS)
.