Pelaku Usaha Mikro Miliran Belajar Bijak Gunakan Marketplace dalam Pelatihan Literasi Digital UNRIYO

YOGYAKARTA (ILKOM) – Suasana hangat dan penuh antusiasme tampak di Balai RW 02 Miliran, Yogyakarta pada Sabtu pagi (18/10/2025) lalu, ketika sebanyak 12 peserta dari Kelompok Pasar Rebo Miliran mengikuti kegiatan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang diselenggarakan oleh Tim Dosen dan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Respati Yogyakarta (UNRIYO).

Kegiatan bertajuk “Bijak Memanfaatkan Lokapasar untuk Usaha Mikro: Pelatihan Literasi Media Digital bagi Kelompok Pasar Rebo Miliran” ini dipimpin oleh Mohammad Solihin, S.Sos., M.A., dosen Ilmu Komunikasi sekaligus Ketua Tim PKM, bersama beberapa dosen dan mahasiswa pendamping.

Dalam sambutannya, Mohammad Solihin menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membantu pelaku usaha mikro agar lebih siap menghadapi tantangan era digital serta menegaskan pentingnya literasi digital di kalangan pelaku usaha mikro agar dapat beradaptasi dengan perubahan zaman.

“Literasi digital bukan hanya tentang bisa menggunakan HP atau aplikasi, tetapi tentang memahami cara yang aman, etis, dan efektif untuk memasarkan produk. Melalui pelatihan ini, kami ingin membantu pelaku usaha Miliran agar lebih percaya diri berjualan di lokapasar,” ujar Solihin.

“Dunia digital menawarkan banyak peluang, tapi juga banyak jebakan yang harus diwaspadai,” tambahnya yang memberikan materi tentang "Pentingnya literasi digital dalam era lokapasar".

Belajar Aman dan Bijak di Dunia Digital

Selama pelatihan berlangsung, peserta diajak mengenal lebih dalam apa itu literasi media digital, bagaimana menggunakan marketplace secara aman, serta cara mengenali informasi palsu dan penipuan online yang sering menjebak pelaku usaha.

Yanus Purwansyah Sriyanto, pembicara kedua yang menyoroti aspek “Etika Dan Keamanan Dalam Bertransaksi Online” mengingatkan kepada para peserta untuk selalu berhati-hati terhadap tawaran mencurigakan dan tidak mudah membagikan data pribadi.

“Penipuan digital semakin canggih. Karena itu, kita perlu mengenali tanda-tanda transaksi yang tidak wajar dan menjaga kerahasiaan akun agar usaha kita tetap aman,” pesannya.

Sementara itu, Bambang Srigati, pembicara ketiga mengajak peserta untuk memahami “Praktik Bijak Dalam Menggunakan Marketplace”. Melalui pendekatan praktis, ia menunjukkan bagaimana cara membuat akun toko, mengunggah produk dengan foto yang menarik, dan memberikan pelayanan responsif kepada pelanggan.

“Konsistensi dan kejujuran adalah kunci dalam berdagang online. Pembeli akan percaya jika kita tampil profesional dan melayani dengan hati,” ungkapnya.

Selama kegiatan berlangsung, suasana terlihat akrab dan interaktif. Peserta tak hanya mendengarkan paparan, tetapi juga berbagi pengalaman mereka dalam menggunakan media digital untuk berjualan. Beberapa peserta mengaku pernah menghadapi pembeli palsu, kesulitan login akun, hingga kebingungan menentukan harga produk secara daring.

Salah satu peserta, Dhenok, penjual kuliner dari Miliran, mengaku senang bisa mengikuti pelatihan ini.

“Saya sering bingung kalau ada pesan dari orang yang ngaku dari Shopee. Setelah ikut pelatihan ini, jadi tahu mana yang penipu dan mana yang tidak. Saya juga jadi lebih berani jualan online,” ujarnya sambil tersenyum.

Sementara itu, Suwarni, yang juga penjual kuliner, mengungkapkan bahwa pelatihan ini membuka wawasannya.

“Saya baru tahu kalau jualan di marketplace itu perlu strategi dan keamanan. Dulu saya takut ditipu, tapi sekarang jadi lebih paham cara amannya,” katanya dengan senyum puas.

Kegiatan PKM ini juga melibatkan mahasiswa UNRIYO yang membantu peserta mempraktikkan langsung cara membuat akun dan mengelola toko di platform digital.

Di akhir kegiatan, para peserta diajak untuk membuat rencana tindak lanjut berupa pembukaan toko online bersama dengan pendampingan dari tim kampus.
Melalui pelatihan ini, diharapkan Kelompok Pasar Rebo Miliran dapat menjadi contoh komunitas yang melek literasi digital dan adaptif terhadap ekonomi berbasis teknologi.

 

Kolaborasi Kampus dan Masyarakat

Program ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara kampus dan masyarakat lokal, serta menjadi contoh nyata bagaimana ilmu komunikasi dan media digital dapat diterapkan untuk pemberdayaan ekonomi warga.

“Kampus harus hadir di tengah masyarakat. Dengan literasi digital, kita bisa bantu warga Miliran naik kelas — dari pedagang tradisional menjadi pelaku usaha digital yang tangguh,” tutup Solihin yang mendapatkan hibah internal Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Respati Yogyakarta tahun 2025. (CS)

 

Follow INSTAGRAM: @ilkom_unriyo
FACEBOOK: Prodi Ilmu Komunikasi Unriyo
YOUTUBE CHANNEL: Prodi Ilmu Komunikasi UNRIYO

.

Berita Sebelumnya Prodi Kesehatan Masyarakat Program Magister UNRIYO Gelar Kuliah Perdana
Berita Selanjutnya ASESMEN LAPANGAN PROGRAM STUDI KEPERAWATAN DAN PENDIDIKAN PROFESI NERS