Sikat Gigi Asyik di SD Jagamangsan 2: Kolaborasi Puskesmas Berbah dan Mahasiswa UNRIYO Tanamkan Perilaku Hidup Sehat

Jagamangsan, 15 April 2026 – Suasana ceria dan penuh semangat terlihat di SD Negeri Jagamangsan 2 pada hari Rabu (15/4). Puluhan siswa tampak antusias mengikuti kegiatan edukasi dan demonstrasi menyikat gigi yang baik dan benar. Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara Puskesmas Berbah bersama mahasiswa Universitas Respati Yogyakarta (UNRIYO) sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat sekaligus implementasi upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan anak usia sekolah.

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak dini, serta membentuk kebiasaan hidup bersih dan sehat melalui praktik menyikat gigi yang benar. "Kami ingin menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas melalui kolaborasi antara tenaga kesehatan dan institusi pendidikan," ujar salah satu tim pelaksana.

Materi Interaktif: Kenali Gigi, Cegah Lubang

Acara diawali dengan pembukaan oleh tim pelaksana, dilanjutkan dengan penyampaian materi edukasi mengenai kesehatan gigi dan mulut. Dalam sesi ini, para siswa diberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga kebersihan gigi, manfaat menyikat gigi secara rutin, serta dampak buruk yang dapat terjadi apabila kesehatan gigi tidak dijaga, seperti gigi berlubang, bau mulut, hingga gangguan kesehatan lainnya.

Penyampaian materi dilakukan secara interaktif dengan metode tanya jawab dan permainan ringan. Para siswa tampak tidak malu-malu lagi untuk mengacungkan jari dan menjawab pertanyaan. Antusiasme ini menunjukkan bahwa anak-anak mulai sadar bahwa menjaga gigi bukanlah hal yang menakutkan, melainkan suatu kebiasaan yang menyenangkan.

Demonstrasi: Langkah Demi Langkah Menyikat Gigi yang Benar

Memasuki sesi inti, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi praktik menyikat gigi yang baik dan benar. Para mahasiswa menjelaskan langkah-langkah menyikat gigi secara sistematis, mulai dari penggunaan pasta gigi secukupnya (sebesar biji jagung), teknik menyikat bagian depan, belakang, serta permukaan kunyah gigi, hingga pentingnya membersihkan lidah sebagai bagian dari menjaga kebersihan rongga mulut.

Penjelasan dilakukan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, disertai peragaan langsung menggunakan alat peraga gigi raksasa. Para siswa pun menyimak dengan saksama sambil sesekali tertawa melihat tingkah lucu para mahasiswa yang mendemonstrasikan gerakan memutar dan menyikat dari arah gusi ke gigi.

Praktik Langsung: Sikat Gigi Bersama, Keriaan Bersama

Setelah demonstrasi tibalah momen yang paling dinanti: siswa diajak untuk mempraktikkan secara langsung teknik menyikat gigi dengan pendampingan dari tim pelaksana. Sikat gigi dan pasta gigi telah disiapkan, dan seluruh siswa dengan tertib berkumur lalu mulai menyikat gigi sesuai panduan yang telah diajarkan.

Kegiatan praktik ini menjadi momen penting dalam membentuk keterampilan siswa serta memastikan mereka memahami langkah-langkah yang telah diajarkan. Tim mahasiswa dan petugas puskesmas berkeliling memberikan koreksi lembut bagi siswa yang gerakannya masih kurang tepat. Suasana kegiatan berlangsung penuh semangat dan keceriaan, dengan mulut-mulut kecil yang penuh busa pasta gigi sambil tersenyum lebar.

 

Pemeriksaan dan Pemberian Fluor: Deteksi Dini dan Pencegahan

Setelah praktik menyikat gigi, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut oleh petugas dari Puskesmas Berbah. Satu per satu siswa diperiksa kondisi giginya dengan sabar. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan gigi siswa secara dini, sehingga apabila ditemukan permasalahan seperti gigi berlubang atau karies, dapat segera dilakukan tindak lanjut melalui rujukan ke puskesmas.

Selain itu, para siswa juga mendapatkan pemberian fluor (topical fluoride) sebagai upaya preventif dalam mencegah kerusakan gigi serta memperkuat lapisan enamel. Petugas menjelaskan bahwa pemberian fluor ini aman dan sangat bermanfaat untuk melindungi gigi anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan.

Sesi Tanya Jawab Penuh Canda dan Tawa

Untuk menambah suasana yang menyenangkan, kegiatan juga diselingi dengan interaksi ringan dan sesi tanya jawab. Para siswa berlomba-lomba mengajukan pertanyaan seputar kesehatan gigi, mulai dari "kenapa gigi bisa copot?" hingga "apakah boleh menyikat gigi tiga kali sehari?". Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga mampu meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam memahami dan menjaga kesehatan diri.

 

Penutup dan Harapan

Kegiatan ditutup dengan pesan harapan agar seluruh siswa dapat menerapkan kebiasaan menyikat gigi secara teratur, khususnya setelah sarapan dan sebelum tidur, serta menjaga pola hidup sehat secara keseluruhan. Tim pelaksana juga mengingatkan untuk mengurangi konsumsi makanan manis dan lengket yang dapat merusak gigi.

"Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran kesehatan sejak usia dini. Anak-anak yang sehat giginya akan lebih percaya diri dan berprestasi di sekolah," ujar salah satu perwakilan dari Puskesmas Berbah.

Hasil Nyata: Pengetahuan Meningkat, Kolaborasi Terjalin

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diperoleh hasil yang membanggakan: meningkatnya pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai pentingnya kesehatan gigi dan mulut, terbentuknya kebiasaan menyikat gigi yang benar melalui praktik langsung, serta terjalinnya kerja sama yang baik antara Puskesmas Berbah dan mahasiswa Universitas Respati Yogyakarta.

Kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut secara berkala dan menjadi inspirasi dalam upaya promotif dan preventif kesehatan di lingkungan sekolah lainnya. Sebab, senyum sehat dimulai dari gigi yang kuat, dan generasi yang kuat dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan sejak dini.

(Redaksi/Ners N18A)

.

Berita Sebelumnya Kunjungan SMK Negeri 1 Salatiga
Berita Selanjutnya Unriyo Wisuda 361 Lulusan, Tekankan Pengabdian untuk Daerah