YOGYAKARTA (ILKOM) – Program Studi Ilmu Komunikasi menggelar kegiatan peninjauan Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi (VMTS) pada 16 April 2026 secara daring. Kegiatan ini dilaksanakan bersama Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi (FISE) serta tiga program studi lainnya sebagai bagian dari upaya menyelaraskan arah pengembangan program studi dengan kebutuhan dunia kerja, perkembangan industri, dan dinamika keilmuan komunikasi.
Acara diawali sambutan Dekan FISE, Khaula Lutfiati Rohmah, SE., Akt., M.Akt., CA, dan Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Ariyanto Nugroho, SKM., M.Sc. Keduanya menekankan pentingnya peninjauan VMTS sebagai dasar pengembangan institusi yang adaptif, relevan, dan berdaya saing.
Dalam sambutannya, pimpinan universitas menegaskan bahwa rumusan VMTS harus mampu menjawab tantangan zaman, kebutuhan masyarakat, serta mendukung target capaian universitas di masa mendatang.
Pada sesi berikutnya, masing-masing program studi menggelar forum diskusi terpisah. Prodi Ilmu Komunikasi menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Dr. Arif Ardy Wibowo, S.Sn., M.Sn. dari ASPIKOM (Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi), Andy Yuwono dari Kabarterdepan.com, alumni Wahyu Putri Kirnansah dari Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, serta perwakilan mahasiswa.
Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi, Yanus Purwansyah Sriyanto, M.I.Kom., mengatakan keterlibatan berbagai pihak tersebut penting untuk memperoleh masukan yang komprehensif dalam penyusunan dan penyempurnaan VMTS.
“Pandangan dari stakeholder eksternal maupun internal sangat dibutuhkan agar visi dan strategi program studi sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, perkembangan industri media, komunikasi digital, serta tuntutan kompetensi lulusan di masa depan,” ujarnya.
Dalam diskusi, Arif Ardy perwakilan ASPIKOM menyoroti pentingnya penguatan bidang keilmuan yang menjadi ciri khas program studi, namun tetap selaras dengan visi universitas dan fakultas. Selain itu, peminatan mahasiswa dinilai perlu terus disesuaikan dengan kebutuhan industri, seperti komunikasi strategis, media digital, dan kewirausahaan.
Pengguna lulusan, Andy Yuwono, juga menyoroti perubahan besar di industri media massa. Menurutnya, media konvensional kini menghadapi tantangan serius dan mulai bergeser ke platform digital.
“Perusahaan media saat ini membutuhkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai bidangnya. Content creator misalnya harus memahami algoritma dan mampu mencapai target jangkauan audiens. Sementara jurnalis harus tetap menjunjung tinggi integritas,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Prodi Ilmu Komunikasi berharap dapat menghasilkan rumusan VMTS yang lebih relevan, progresif, dan implementatif. Dengan melibatkan berbagai unsur stakeholder, program studi berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan serta menghasilkan lulusan yang kompeten dan adaptif terhadap perubahan zaman. (yns19)
FACEBOOK: Prodi Ilmu Komunikasi Unriyo
YOUTUBE CHANNEL: Prodi Ilmu Komunikasi UNRIYO