Kegiatan seminar umum ini merupakan kolaborasi strategis antara Program Studi Hubungan Internasional UNRIYO dengan Migrant CARE Indonesia untuk membedah terkait kompleksitas isu perlindungan terhadap pekerja migran Indonesia, khususnya dalam pemenuhan hak atas kesehatan. Dalam sesi pemaparan materi dan diskusi, disampaikan bahwa pekerja migran merupakan aktor krusial dalam ekonomi global yang seringkali berada dalam posisi rentan akibat terbatasnya akses layanan kesehatan di negara penempatan. Dalam kegiatan ini, mahasiswa diajak untuk meninjau lebih dalam terkait bagaimana hambatan struktural, mulai dari ketiadaan asuransi yang inklusif hingga standar gizi dan keamanan kerja yang minim, menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi oleh para pekerja migran di tengah dinamika politik internasional.
Selanjutnya, point penting yang juga dibahas dalam kegiatan seminar ini menyoroti tentang langkah sinergitas antara peran masyarakat sipil dan upaya Pemerintah Indonesia dalam mengadvokasi kebijakan yang lebih humanis. Migrant CARE memaparkan pentingnya penguatan fungsi diplomasi pelindungan melalui instrumen hukum internasional dan perjanjian bilateral (MoU) yang secara spesifik mencakup jaminan kesehatan bagi pekerja migran. Melalui forum diskusi ilmiah ini, mahasiswa Hubungan Internasional diharapkan agar mampu memahami bahwa pemenuhan hak kesehatan bukan sekadar isu domestik, melainkan tanggung jawab lintas batas yang memerlukan komitmen kolektif pemerintah dalam kerangka keamanan manusia (human security) dan kerja sama internasional yang berkeadilan (14/05/24).
.








