Ingin Jadi Official Photographer Club Liga 1? Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNRIYO Undang Fotografer Bali United

YOGYAKARTA – Tahukah Anda bahwa tugas fotografer official klub sepak bola itu tidak hanya memotret pemainnya saja, tetapi juga harus bisa membangun hubungan dengan pemain? Nah, kali ini mahasiswa Prodi S-1 Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi (FISE), Universitas Respati Yogyakarta (UNRIYO) mengundang Ewin Setyo, Official Photographer Bali United, klub sepak bola asal Bali yang berlaga di Liga 1 BRI (Liga Sepak bola Utama Indonesia) untuk langsung membeberkan rahasianya dalam gelaran webinar yang mengusung tema Sport Talk berjudul  “Dibalik Layar Official Photographer Club Liga 1”, Sabtu (20/11/2021) lalu via zoom meeting. 


“Saya mengapresiasi acara ini yang merupakan salah satu tugas mahasiswa dalam mata kuliah Manajemen Acara dengan tujuan agar mahasiswa bsia belajar merancang dan melaksanakan program acaranya,” kata Warhi Pandapotan Rambe, dosen Ilmu Komunikasi UNRIYO pengampu mata kuliah Manajemen Acara.


Tidak kurang dari 100 peserta yang tidak hanya diikuti oleh mahasiswa ilmu komunikasi dan para dosen Ilmu Komunikasi UNRIYO ini juga mendapat antusias dari masyarakat pecinta sepak bola. Apalagi saat Ewin Setyo, Official Photographer Bali United, mulai memperlihatkan satu persatu hasil karya jepretanya dengan foto pembuka Bali United Champions denga bercerita tentang pengalamannya mulai dari perannya di pinggir lapangan hingga suka duka yang dialaminya selama menjadi forografer resmi klub asal Pulau Dewata tersebut.


“Sebagai seorang fotografer sepak bola banyak tugas yang harus ditanggungnya. Selain kesibukan saya tergantung dari agenda klub, saya juga dituntut untuk menyesuaikan diri dengan kegiatan klub yang padat dari latihan hingga saat pertandingan berlangsung,” ujar Ewin, fotografer kelahiran asal Bali ini. 


“Fotografer tim sepak bola pun juga harus bisa membangun hubungan dengan pemain agar bisa membantu memperoleh gambar yang sesuai dengan keinginan pemotret,” tambahnya. 


Ewin juga menceritakan bagaimana momen-momen paling berharga yang tidak terduga baginya saat berada di pinggir lapangan dan membuatnya harus fokus selama 90 menit untuk memantau kejadian yang tidak pasti yang diperlihatkan oleh para pemain. Untuk mengatasi hal tersebut Ewin mengaku selalu melakukan riset kecil untuk bisa memprediksikan kejadian apa yang akan terjadi. 


“Saya selalu riset kecil dulu untuk cari tahu mengenai berbagai kebiasaan pemain di lapangan dan pencapaian individu yang bisa jadi modal refleksi saya untuk mendapatkan momen-momen serupa yang mungkin terjadi,” terangnya. 
Selain menyampaikan materi, Ewin juga mendapatkan beberapa pertanyaan dari para peserta yang hadir dalam webinar tersebut. Dari beberapa pertanyaan yang disampaikan oleh peserta, ada seorang peserta yang bertanya tentang pengalaman menyedihkan yang dialami Ewin bersama Bali United sebagai fotografer. Sambil canggung Ewin menjawab pertanyaan tersebut, 


“Momen paling menyedihkan ketika melihat tim enggak jadi juara” tutur Ewin, sambil menyembunyikan alasan mengapa Bali United gagal menjadi kampiun Liga Indonesia pada waktu itu tahun 2017. Emosi sedih yang dirasakan para pemain saat gagal juara menjadi kesedihan seluruh bagian Bali United, termasuk juga Ewin sebagai fotografer officialnya. 
Ketika ditanya mengenai tantangan yang dihadapi oleh fotografer sepak bola zaman sekarang, menurut Ewin adalah bersaing melawan waktu. Selain memotret saat pertandingan, seorang fotografer memiliki tanggung jawab untuk mengirimkan foto kepada pengelola media sepanjang pertandingan berlangsung. Oleh karena, itu peralatan yang dipakai harus bisa menunjang untuk mendukung kegiatan sehingga distribusi foto tidak terganggu.
“Zaman sekarang resolusi foto nggak harus bagus, karena yang terpenting fotografer di lapangan harus bisa serba cepat melaporkan momen secara realtime agar gambar bisa segera diolah oleh bagian media untuk dibagikan ke media sosial klub,” ucapnya. (Hadid, Editor: CS)

.

Berita Sebelumnya Tingkatkan Kualitas Soal, Prodi Kebidanan Program Sarjana dan Prodi Pendidikan Profesi Bidan…
Berita Selanjutnya Kembangkan Wisata Watu Tekek, Tim PKM Teknik Elektro Pasang Solar Panel