YOGYAKARTA (ILKOM) – Era banjir informasi visual, kemampuan bercerita lewat foto menjadi semakin penting. Inilah yang diangkat dalam Workshop Mini “Bikin Foto Cerita? Gini Caranya!” yang akan digelar pada Minggu (3 Agustus 2025) pukul 12.00 WIB di Glasshouse, Pakuwon Mall Jogja. Workshop ini menjadi bagian dari agenda pameran foto mahasiswa The 3rd of PaKarMoto yang diselenggarakan oleh Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi, Universitas Respati Yogyakarta (UNRIYO).
Workshop ini dirancang untuk generasi muda, khususnya siswa aktif SMA/SMK yang ingin mengasah kreativitas visual sekaligus memahami cara membangun narasi dalam karya fotografi. Dengan kuota terbatas hanya 10 peserta, sesi ini menghadirkan pengalaman belajar yang intensif dan interaktif.
Tiga mentor utama, Mohammad Solihin, S.Sos., M.A., Moch. Subechi Nurcahyo, S.Sos., M.I.Kom., dan Yanus Purwansyah Sriyanto, S.I.Kom., M.I.Kom., akan membagikan wawasan mulai dari ide cerita, teknik membangun alur visual, hingga tips membuat foto yang mampu “berbicara”.
“Kami ingin peserta tidak sekadar bisa memotret, tapi juga mampu menyampaikan pesan dan emosi lewat rangkaian gambar. Inilah yang disebut foto cerita,” ujar Mohammad Solihin atau akrab disapa caksol ini selaku penanggungjawab kegiatan The 3rd of PaKarMoto 2025 ini yang juga dosen serta Sekretaris Prodi Ilmu Komunikasi.

Workshop ini gratis dan memberikan berbagai benefit menarik seperti:
* e-Sertifikat
* Ilmu praktis tentang narasi visual
* Voucher beasiswa pendidikan
* Doorprize menarik
Untuk mengikuti workshop mini ini, peserta diwajibkan:
1. Aktif sebagai pelajar SMA/SMK
2. Upload 1 karya foto bertema bebas di Instagram dengan tag ke @ikom_unriyo dan hashtag #pakarmotounriyo
3. Mengisi formulir di tautan bit.ly/400Sqxm atau scan barcode di posternya.
“Dengan kuota terbatas, kami ingin menjaring peserta dari SMA atau SMK yang betul-betul antusias dan punya semangat belajar. Ini bukan hanya workshop, tapi ruang eksplorasi,” jelas Mohammad Solihin.
PaKarMoto 2025 tak hanya jadi ajang pamer karya fotografi, tapi juga membuka ruang belajar lintas usia dan latar belakang. Workshop ini adalah contoh bagaimana pendidikan komunikasi visual bisa menyatu dengan semangat inklusivitas dan partisipasi publik. (cs)
.