<?php echo $berita_read->judul_berita ?>

YOGYAKARTA (ILKOM) – Slide demi slide foto-foto hasil project tugas akhir semester mata kuliah Fotografi ditampilkan pada layar proyektor berukuran besar. Suasana vintage sebuah cafe coffeeshop pinggiran Ringroad sisi Selatan fly-over Janti Karang Jabe Banguntapan Bantul ini nampak epik foto-fotonya dipaparkan oleh mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Program Sarjana angkatan 22 dari kelompok 9. Tugas akhir semester fotografinya berjudul "Sisi Djanti Coffee" talk with coffee merupakan ruang publik rekreatif anak muda yang bercengkrama dengan santai sambil mengerjakan tugas sekolah atau kuliah.

"Sisi lain ruang publik dari coffeeshop ini kami visualkan dalam bentuk foto dengan pesan bahwa ruang publik cafe coffeeshop ini tidak hanya sebagai tempat ngopi atau nongkrong santai menikmati suasana malam namun juga sebagai sarana anak muda mengembangkan kreatifitasnya dalam berkarya dan memahami betapa berartinya makna secangkir kopi bagi penyukanya," ungkap Erina Vianti, mewakili kelompoknya berbicara di depan peserta diskusi fotografi “PaKarMoTo” yang memadati ruang Audio Visual lantai 4 Kampus 1 Universitas Respati Yogyakarta, Selasa (5/3/2024) lalu.

Lain lagi dengan apa yang disampaikan oleh Ilham Agum Laksana dari kelompok 4 yang menceritakan bagaimana serunya dibalik pemotretan para pedagang sate ayam di sepanjang Malioboro.

“Ibu-ibu penjual sate ayam Malioboro ini awalnya ada yang tidak mau kami ambil fotonya, ya kami harus cari pedagang lainnya yang mau dan alhamdulillah dengan cara melihat komunikasi di wajahnya akhirnya ada yang berkenan kami ikuti untuk kami foto kegiatan berdagang sate ayamnya,” ujarnya yang mengambil judul “Sate Malioboro” untuk project tugas akhir fotografinya.

Sate ayam merupakan salah satu makanan khas Indonesia yang memiliki cita rasa otentik dengan olahan daging ayam yang ditusuk menggunakan tusukan dari batang bambu kemudian diolah dengan cara dibakar dan disajikan dengan berbagai bumbu berupa saus atau sambal.

“Ada juga sate telur yang dipadukan lontong dengan kisaran harga seporsi hanya Rp 20.000 saja. Uniknya ibu-ibu ini berjualan dengan cara mengangkat dagangan satenya di atas kepala mereka menuju ke tempat jualan berikutnya jika tempat itu sepi pengunjung,” tambah Ilham yang menurut kelompoknya Sate tidak hanya populer di Indonesia namun juga di negara-negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Singapura, Filipina, dan Thailand.

Diskusi fotografi dengan pembicara dari 9 kelompok ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan “PaKarMoTo” atau Pameran Karya Mahasiswa Fotografi angkatan 22 Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi, Universitas Respati Yogyakarta, yang diselenggarakan mulai Senin-Jumat (4-8/3/2024) lalu di Kampus 1 UNRIYO.

Foto-foto yang dipamerkan dan didiskusikan adalah hasil dari project tugas akhir semester mata kuliah Fotografi semester 3 dari mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 22 dengan dosen pengampu Mohammad Solihin, S.Sos., M.A., berkaitan dengan tema Daily Life, Art and Culture, dan Social Environment. Dengan mengusung tema tersebut kelompok mahasiswa Ilmu Komunikasi ini berhasil menghasilkan foto-foto yang menarik.

Perwakilan setiap kelompok ini menceritakan makna, pesan dan juga perjuangan mereka dalam pengambilan setiap fotonya. Cerita dibalik foto-foto yang dipamerkan dan didiskusikan sangat beragam. Di mana, mereka ada yang sempat ditolak beberapa kali, dan ada juga yang harus menahan baunya sampah. Namun hal ini tidak menyurutkan semangat dari Mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 22 untuk bercerita dan menunjukkan pada orang lain apa yang belum bisa mereka lihat.

Tidak lupa pula acara diskusi fotografi “PaKarMoTo” kali ini dimeriahkan dengan perfomance dari Mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 22 yang membawakan tarian dengan sangat indah dan menarik. Ditambah lagi dengan adanya bermain Kuis disela-sela acara diskusi yang tidak kalah serunya. Di mana peserta diskusi fotografi menjawab pertanyaan seputar fotografi yang sudah di jelaskan oleh Moderator.

 

Kesan Kegiatan PaKarMoTo UNRIYO

Apa nih kesan mereka Mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 22 mengenai kegiatan PaKarMoTo UNRIYO dan ke depannya maunya seperti apa? Simak berikut ini kata mereka.

“Sebagai koordinator pelaksana dari kegiatan PaKarMoto ini sangat memukau. Mereka menunjukkan bakat, inovasi, dan dedikasi yang luar biasa dalam menghasilkan karya-karya yang luar biasa serta kemampuan dalam menyampaikan cerita dan emosi melalui medium fotografi. Ke depannya, saya berharap pameran dan diskusi ini dapat terus menjadi platform yang menginspirasi para mahasiswa fotografi untuk terus berkembang serta berkolaborasi dengan komunitas fotografi lokal atau mengadakan pameran berskala lebih besar agar karya-karya mereka dapat lebih diapresiasi oleh masyarakat luas,” kesan Sarah Nisela Natalia Lase.

“Sangat menarik, suasana yang membangkitkan inspirasi dan apresiasi akan keindahan visual dalam setiap foto yang diambil, serta pesan dan makna yang disampaikan melalui gambar sangat sampai kepada yang melihatnya dan dapat diterima dengan baik. Harapan untuk acara pameran dan diskusi ke depannya semoga bisa lebih keren dan powerfull dari yang saat ini, bisa menampilkan karya-karya yang lebih indah untuk dilihat dan banyak audiens yang menyaksikannya,” harap Saffa Rizqi Rahmahtika, yang juga sebagai koordinator pelaksana PaKarMoTo.

“Pameran fotografi bertema daily life ini sangat memberikan kesan yang sangat mendalam dan autentik. Melalui foto-foto tersebut, saya dapat merasakan, merenungkan kisah-kisah dibalik setiap gambarnya, dan mengapresiasi kerja keras dan dedikasi yang ditanamkan dalam sebuah gambar. Dari itu bisa menjadi pengalaman yang memperluas pandangan saya tentang fotografi. Harapannya semoga acara pameran dan diskusi fotografi anak ilkom ini akan terus berjalan sampai angkatan berapapun untuk menjadi platform yang menginspirasi dan memberikan kesempatan bagi para mahasiswa untuk memamerkan karya-karya mereka. Dan dapat terus berkembang dan menjadi pusat pertemuan yang memperkaya budaya dan seni. Terakhir, semoga suatu saat nanti tidak hanya dipamerkan dan didiskusikan di kampus tetapi bisa jauh di luar kampus agar bisa dilihat lebih banyak orang lagi,” kata Maria Erika Almafota penuh harap.

“Sangat keren dan menarik karena setiap foto yang diambil memiliki cerita yang unik dan mampu menyentuh hati dan para peserta pun sangat antusias dalam acara PaKarMoTo ini. Pesannya ya semoga semua pesan yang terkandung di dalam foto-foto yang dipamerkan dan didiskusikan dapat tersampaikan dengan baik kepada yang melihatnya. Dan harapan ke depan semoga dapat memperluas lagi jangkauan acara pameran melalui platform online atau media sosial untuk menjangkau audiens yang lebih luas lagi agar lebih ramai lagi pengunjungnya serta dapat menyajikan karya-karya fotografi dengan cara yang menarik sehingga dapat menarik perhatian pengunjung,” tutup Febbi Alfenia N dengan penuh semangat. (Penulis: Kristina Gianyta, CS. Editor: CS)

 

Follow INSTAGRAM: @ilkom_unriyo
FACEBOOK: Prodi Ilmu Komunikasi Unriyo
YOUTUBE CHANNEL: Prodi Ilmu Komunikasi UNRIYO

.

Berita Sebelumnya BANGGA, BERTAMBAH LAGI DOSEN FIKES CAPAI ASSOCIATE PROFESOR
Berita Selanjutnya KEDUA KALINYA PRODI FISIOTERAPI PROGRAM DIPLOMA TIGA MENGADAKAN SUMPAH PROFESI FISIOTERAPIS…