Jogja Tak Hanya Malioboro: Mahasiswa Komunikasi UNRIYO Tampilkan Narasi Visual di Pameran PaKarMoto 2025

YOGYAKARTA (ILKOM) - Deretan foto berbicara dalam diam di Glasshouse, Pakuwon Mall Jogja. Lewat tajuk “Jogja Tak Hanya Malioboro”, para mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi, Universitas Respati Yogyakarta (UNRIYO) akan menghadirkan narasi visual yang mengajak pengunjung melihat wajah Jogja dari sisi yang jarang tersorot.

Pameran fotografi bertajuk The 3rd of PaKarMoto (Pameran Karya Mahasiswa Fotografi) ini akan digelar pada Senin (28 Juli 2025) hingga Minggu (3 Agustus 2025). Mengusung konsep photo story atau foto cerita, pameran ini menjadi ajang bagi mahasiswa untuk mengekspresikan cerita sosial, kisah keseharian, hingga keindahan tersembunyi kota pelajar melalui medium visual.

“Kami ingin mengajak publik untuk melihat Jogja lebih dekat, tak melulu dari sudut Malioboro. Lewat foto cerita, kami menangkap sisi-sisi kota yang hidup dan berbicara,” ujar Yanus Purwansyah Sriyanto, S.I.Kom., M.I.Kom., Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi, UNRIYO, dan juga merupakan salah satu kurator pameran.

Tidak hanya memamerkan karya, acara ini juga menghadirkan rangkaian kegiatan edukatif seperti, Grand Opening pada Senin (28 Juli 2025) pukul 15.00 WIB. Kemudian dilanjutkan Diskusi Pembuka “Foto Itu Bicara” pada hari yang sama Senin (28 Juli 2025) pukul 18.00 WIB. Kemudian Workshop Mini “Bikin Foto Cerita? Gini Caranya!” pada Minggu (3 Agustus 2025) pukul 12.00 WIB.

Acara ini dibuka gratis untuk umum dan menjadi bentuk nyata kontribusi akademik UNRIYO dalam mendekatkan fotografi sebagai media ekspresi publik.

Tiga kurator andal – Mohammad Solihin, Yanus Purwansyah, dan Moch. Subechi Nurrachyo – memastikan kualitas artistik dan kedalaman pesan setiap karya yang ditampilkan. Mereka mengkurasi ratusan foto hasil seleksi dari mahasiswa yang tergabung dalam mata kuliah "Foto Cerita dan Esai" semester 4 dan 6.

Pengunjung tak hanya diajak melihat, tetapi juga diajak “membaca” kota lewat cerita visual yang jujur, lugas, dan kadang menggelitik. Dari potret warung kopi di pinggiran, aktivitas jalanan yang dinamis, hingga ruang ekspresi budaya lokal yang terlupakan, setiap foto membawa pesan yang membekas.

“PaKarMoto bukan sekadar pameran, ini ruang belajar dan berbagi bagi siapa saja yang percaya bahwa foto bisa jadi suara,” ungkap Mohammad Solihin, S.Sos., M.A., salah satu kurator lainnya yang juga dosen sekaligus Sekretaris tetap Prodi Ilmu Komunikasi UNRIYO.

Melalui gelaran ini, UNRIYO tak hanya mendidik mahasiswa menjadi fotografer teknis, tetapi juga komunikator visual yang peka terhadap isu sosial dan budaya di sekitarnya. (CS)

.

Berita Sebelumnya Penandatanganan Kerjasama antara UNRIYO dan Binterbusih
Berita Selanjutnya Wakil Rektor 3 Buka PaKarMoto UNRIYO