Kunden, 30 April 2026 – Sore itu, Balai Pertemuan Warga Padukuhan Kunden RT 02 tampak berbeda dari biasanya. Puluhan warga lanjut usia (lansia) berkumpul dengan penuh semangat, bukan sekadar untuk bersosialisasi, tetapi untuk belajar menjaga kesehatan mereka sendiri. Kegiatan edukasi kesehatan dan pelatihan senam kaki diabetik digelar pada Kamis (30/4) mulai pukul 15.00 WIB sebagai bentuk pelayanan kesehatan terpadu berbasis masyarakat.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kemampuan lansia dalam menjaga kesehatannya sendiri, khususnya dalam pengendalian hipertensi dan diabetes melitus. Tak hanya itu, acara juga berfokus pada pencegahan komplikasi penyakit melalui pelatihan gerakan senam kaki diabetik yang aman dan mudah dilakukan. Seluruh rangkaian kegiatan didukung penuh oleh mahasiswa profesi Ners yang sedang menjalankan praktik kelompok kerja Blambangan dari Universitas Respati Yogyakarta (UNRIYO).
Pemeriksaan Awal dan Edukasi: Kenali Penyakit, Kendalikan Sejak Dini
Kegiatan diawali dengan persiapan yang dilakukan mahasiswa praktik lapangan sejak pagi hari. Mereka menata ruangan pelayanan, menyiapkan materi penyuluhan, poster informasi kesehatan, buku catatan peserta, serta alat bantu untuk pelatihan gerakan senam kaki diabetik. Setelah seluruh perlengkapan siap, para lansia mulai berdatangan dan melakukan pendaftaran.
Mahasiswa membantu proses pendaftaran peserta, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan tekanan darah. Sesi ini menjadi pintu masuk untuk mengenali kondisi kesehatan masing-masing lansia. Setelah pemeriksaan, para peserta mendapatkan edukasi tentang hipertensi dan diabetes melitus. Materi disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami, mencakup pengertian, penyebab, gejala, dampak penyakit, serta cara pengendalian melalui pola makan sehat, pembatasan konsumsi garam dan gula, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan berkala.
"Seringkali lansia tidak menyadari bahwa tekanan darah tinggi atau gula darah yang tidak stabil dapat menyebabkan komplikasi serius. Makanya kami tekankan pentingnya deteksi dini dan pengendalian rutin," ujar salah satu mahasiswa saat memandu sesi edukasi.
Pelatihan Senam Kaki Diabetik: Gerakan Sederhana, Manfaat Besar
Memasuki sesi inti, mahasiswa memandu para peserta dalam melakukan gerakan senam kaki diabetik dengan benar dan sesuai kemampuan fisik masing-masing. Gerakan-gerakan sederhana seperti mengangkat ujung kaki, memutar pergelangan kaki, menekuk dan meluruskan jari-jari kaki, hingga latihan berjinjit dilakukan secara bertahap.

Para lansia tampak bersemangat mengikuti setiap instruksi. Beberapa di antaranya awalnya terlihat kaku, namun setelah dibimbing dengan sabar oleh mahasiswa, mereka mulai menikmati gerakan demi gerakan. "Senam ini bermanfaat untuk melancarkan aliran darah, memperkuat otot kaki, dan mencegah timbulnya masalah kesehatan pada bagian kaki, seperti luka yang sulit sembuh pada penderita diabetes," jelas mahasiswa di sela-sela pelatihan.
Mahasiswa tidak hanya memandu gerakan, tetapi juga memberikan penjelasan tambahan kepada lansia mengenai cara mengatur pola makan sehat, pantangan makanan, serta pentingnya rutin memantau tekanan darah dan kadar gula darah.
Teh Herbal, Buah Potong, dan Bibit Stevia: Hidup Sehat Dimulai dari Dapur
Suasana semakin hangat ketika mahasiswa membagikan teh herbal dari rebusan daun salam dan kayu manis. Minuman ini dikenal bermanfaat untuk membantu mengontrol tekanan darah dan kadar gula. Tak hanya itu, para peserta juga menikmati buah potong segar sebagai camilan sehat.

Yang tidak kalah menarik adalah pembagian bibit tanaman stevia kepada setiap peserta. Stevia dikenal sebagai pemanis alami pengganti gula yang aman bagi penderita diabetes. "Dengan cara itu, kondisi kesehatan dan kelancaran aliran darah kaki tetap bisa terpantau dan terjaga dengan baik. Ibu-ibu bisa menanam stevia di pot, lalu daunnya bisa dikeringkan dan diseduh sebagai teh manis alami tanpa gula," ujar mahasiswa, yang disambut antusias oleh para lansia.
Konsultasi Kesehatan: Keluhan Didengar, Solusi Diberikan
Kegiatan juga menyediakan sesi konsultasi kesehatan, di mana para lansia dapat menyampaikan keluhan yang mereka rasakan. Mulai dari sering pusing, kesemutan di kaki, hingga sulit tidur malam. Mahasiswa memberikan penjelasan dan saran yang jelas, sehingga peserta dapat segera melakukan penanganan yang tepat.
Seorang peserta lansia mengaku sangat terbantu. "Biasanya saya malas periksa ke puskesmas karena jauh. Sekarang ada mahasiswa yang datang ke sini, saya jadi tahu kalau tekanan darah saya tinggi dan harus mengurangi garam. Senam kakinya juga enak, tidak berat," tuturnya dengan wajah berseri.
Hasil: Pengetahuan Meningkat, Gerakan Dikuasai, Kemandirian Tumbuh
Kegiatan berlangsung lancar, tertib, dan penuh suasana kekeluargaan. Sebagian besar peserta berhasil memahami materi edukasi mengenai pengendalian hipertensi dan diabetes melitus, serta mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Mereka juga berhasil menguasai gerakan senam kaki diabetik yang aman dan mudah dilakukan, serta menyadari manfaatnya untuk melancarkan aliran darah dan mencegah komplikasi pada kaki.
Lansia merasa terbantu karena mendapatkan pelayanan dan pengetahuan kesehatan secara langsung di lingkungan tempat tinggalnya sendiri, tanpa harus pergi jauh ke fasilitas kesehatan.
Kolaborasi yang Memberi Manfaat Nyata
Kehadiran mahasiswa praktik kerja lapangan memberikan manfaat tambahan. Penyampaian materi dan pembimbingan gerakan menjadi lebih jelas, teratur, dan menyeluruh. Sementara itu, mahasiswa memperoleh pengalaman nyata dalam memberikan pelayanan dan edukasi kesehatan kepada kelompok lanjut usia di masyarakat.
Menurut kader kesehatan setempat, keterlibatan mahasiswa sangat membantu, terutama dalam penyusunan materi, penyampaian edukasi, pembimbingan praktik, serta pendampingan peserta. "Semangat dan kesabaran mahasiswa dalam berinteraksi dengan warga juga menambah semangat peserta untuk mengikuti kegiatan dan menerapkan apa yang telah dipelajari," ungkap kader tersebut.
Secara keseluruhan, kegiatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara kader kesehatan, masyarakat, dan institusi pendidikan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang bermanfaat dan mudah dijangkau. Dengan pelaksanaan yang dilakukan secara berkala dan dukungan berbagai pihak, kegiatan ini diharapkan terus berlanjut dan menjadi garda terdepan dalam meningkatkan kualitas hidup serta kesehatan lansia di Padukuhan Kunden RT 02.
Pesan dari para mahasiswa: "Sehat itu hak setiap lansia. Dengan pengetahuan yang benar dan gerakan yang tepat, mereka tetap bisa aktif, mandiri, dan bahagia di usia senja."
(Redaksi/Ners N18A)
.