YOGYAKARTA (ILKOM) — Suasana ruang redaksi pagi itu tampak sibuk. Layar-layar komputer menampilkan berbagai berita yang terus diperbarui, sementara para jurnalis dan editor bekerja dengan ritme cepat mengikuti arus informasi yang nyaris tak pernah berhenti. Di tengah aktivitas tersebut, 20 mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi, Universitas Respati Yogyakarta (UNRIYO), mendapat kesempatan melihat secara langsung bagaimana sebuah perusahaan media bertahan di era disrupsi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Kunjungan ke kantor Tribun Jogja pada Kamis (25/6/2026) itu bukan sekadar agenda perkuliahan di luar kelas. Selama dua jam, mahasiswa diajak memahami realitas industri media yang kini menghadapi perubahan sangat cepat akibat perkembangan teknologi digital dan AI.
Bagi sebagian mahasiswa, ini merupakan pengalaman pertama memasuki ruang kerja perusahaan media profesional. Mereka tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga mengamati bagaimana organisasi media bekerja, mulai dari proses pengelolaan konten, strategi bisnis, transformasi digital, hingga pengelolaan sumber daya manusia.

Materi utama disampaikan oleh Digital Manager Tribun Jogja, Ikrob Didik Irawan, melalui paparan bertajuk "Strategi Hidup Bertahan Media di Tengah Disrupsi dan AI." Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi memang menghadirkan tantangan besar bagi industri media, namun pada saat yang sama juga membuka peluang bagi perusahaan yang mampu beradaptasi.
Di tengah derasnya arus perubahan tersebut, media tidak cukup hanya menghasilkan berita yang cepat. Inovasi, pemanfaatan teknologi, dan kemampuan membaca kebutuhan audiens menjadi faktor penting agar perusahaan media tetap relevan.
Selain mengikuti pemaparan, mahasiswa juga melakukan observasi mengenai struktur organisasi perusahaan media, sistem kerja redaksi, dan strategi pengembangan bisnis, hingga melakukan wawancara dengan pengelola media. Seluruh hasil pengamatan tersebut akan menjadi bahan penyusunan laporan analisis sebagai bagian dari tugas akhir semester mata kuliah Manajemen Media Massa.
Dosen pengampu mata kuliah Manajemen Media Massa, Mohammad Solihin, menilai pengalaman belajar di lapangan memiliki nilai yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh pembelajaran di ruang kelas.
"Mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori di dalam kelas. Melalui kunjungan ini, mereka dapat melihat secara langsung bagaimana media beradaptasi dengan disrupsi digital dan perkembangan AI. Pengalaman tersebut diharapkan mampu memperluas wawasan mahasiswa mengenai strategi pengelolaan media yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini," ujarnya.
Pengalaman tersebut juga meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta. Salah satunya dirasakan oleh Mudrikah Fidiana, yang mengaku memperoleh banyak perspektif baru mengenai dunia media.
Menurutnya, selama ini mahasiswa lebih banyak mempelajari konsep pengelolaan media melalui buku dan diskusi di kelas. Namun, ketika melihat langsung proses kerja di perusahaan media, berbagai teori yang dipelajari menjadi lebih mudah dipahami.
"Kegiatan ini sangat bermanfaat karena kami dapat mengetahui secara langsung bagaimana Tribun Jogja mengelola konten, mengembangkan bisnis media, serta memanfaatkan teknologi digital dan AI untuk tetap bertahan dan berkembang. Semoga pengalaman ini dapat menjadi bekal bagi kami ketika memasuki dunia kerja nantinya," katanya.

Outing class tersebut menjadi pengingat bahwa industri media terus bergerak mengikuti perkembangan zaman. Di tengah hadirnya AI yang mampu membantu berbagai proses produksi informasi, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan etika jurnalistik tetap menjadi kompetensi yang tidak tergantikan.
Melalui pengalaman belajar langsung ini, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNRIYO tidak hanya membawa pulang catatan observasi untuk memenuhi tugas akademik. Lebih dari itu, mereka membawa pemahaman baru bahwa masa depan media bukan semata ditentukan oleh teknologi, melainkan oleh kemampuan manusia untuk beradaptasi, berinovasi, dan menjaga kualitas informasi di tengah perubahan yang terus berlangsung. (Penulis: Padreana Ingrit Alexandra Ngano. Foto: Christoforus Rio Pradivta. Editor: Mohammad Solihin)
Follow INSTAGRAM: @ilkom_unriyo
FACEBOOK: Prodi Ilmu Komunikasi Unriyo
YOUTUBE CHANNEL: Prodi Ilmu Komunikasi UNRIYO