Posyandu Terpadu di Padukuhan Blambangan: Sinergi Kader dan Mahasiswa Tingkatkan Kesehatan Balita & Lansia

Blambangan, 17 April 2026 – Suasana gotong royong dan kekeluargaan terlihat jelas di Balai Padukuhan Blambangan 01 pada Jumat pagi (17/4). Puluhan warga tampak antre dengan tertib mengikuti kegiatan Posyandu Balita dan Lansia yang digelar rutin setiap minggu kedua bulan ini. Tak hanya mengandalkan kader setempat, pelayanan kesehatan kali ini juga didukung penuh oleh mahasiswa Profesi Ners Universitas Respati Yogyakarta yang tengah menjalani praktik lapangan stase Komunitas, Keluarga, dan Bencana (KKB).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini merupakan bentuk pelayanan kesehatan terpadu berbasis masyarakat. Tujuan utamanya adalah meningkatkan derajat kesehatan kelompok rentan, mulai dari balita hingga lanjut usia (lansia). "Kami ingin memastikan tumbuh kembang balita terpantau dan kondisi kesehatan lansia tetap prima melalui pemeriksaan berkala," ujar salah satu kader setempat.

Pemeriksaan Menyeluruh untuk Dua Generasi

Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian pemeriksaan. Untuk balita, layanan yang diberikan meliputi penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pemantauan status gizi, hingga pencatatan perkembangan anak sesuai usia. Para orang tua juga mendapat penyuluhan mengenai gizi seimbang, imunisasi, kebersihan lingkungan, serta stimulasi tumbuh kembang anak.

Sementara itu, para lansia mendapatkan pelayanan pemeriksaan tekanan darah, penimbangan berat badan, pengecekan kondisi fisik umum, konsultasi kesehatan, serta edukasi tentang pola makan sehat dan pentingnya aktivitas fisik ringan.

Antusiasme Lansia di Kegiatan Posyandu

Ibu Hermila, salah satu kader posyandu, menjelaskan bahwa kehadiran balita setiap bulan sangat penting. "Jika berhalangan hadir, orang tua tetap kami anjurkan menimbang berat badan anak di rumah dan melaporkan hasilnya melalui WhatsApp kepada kader. Dengan cara itu, perkembangan anak tetap bisa dipantau meskipun tidak datang langsung ke posyandu," terangnya.

Kunjungan Rumah untuk Lansia yang Tidak Bisa Hadir

Salah satu inovasi yang diterapkan adalah penyatuan jadwal posyandu balita dan lansia. Menurut Ibu Haryati, kader lainnya, hal ini dilakukan agar pelayanan lebih efektif dan memudahkan masyarakat. "Dalam satu waktu, keluarga bisa membawa anak sekaligus orang tua mereka untuk periksa bersama," ujarnya.

Lebih dari itu, bagi lansia yang tidak dapat hadir secara mandiri karena kondisi fisik atau kesulitan berjalan, para kader bersama mahasiswa melakukan kunjungan rumah (home visit). "Kami berusaha agar semua lansia tetap terlayani. Kalau tidak bisa datang, kami yang mendatangi," ungkap Ibu Haryati dengan penuh semangat.

Peran Aktif Mahasiswa dan Hasil Positif

Kehadiran mahasiswa Universitas Respati Yogyakarta dari Program Profesi Ners 18A memberikan dampak signifikan. Mereka tidak hanya membantu menyiapkan sarana dan prasarana, tetapi juga terlibat langsung dalam proses registrasi, penimbangan, pemeriksaan tekanan darah lansia, pencatatan data, hingga pendampingan konsultasi.

Pemeriksaan Lansia oleh Mahasiswa

"Pelayanan menjadi lebih cepat dan tertib. Interaksi mahasiswa dengan warga juga menambah semangat peserta untuk mengikuti posyandu," tutur salah seorang kader.

Hasilnya, kegiatan berlangsung lancar dan penuh kekeluargaan. Tercatat sebanyak 36 balita dan 30 lansia hadir mengikuti pemeriksaan kesehatan rutin. Sebagian besar balita menunjukkan pertumbuhan yang sesuai usia, sementara para lansia merasa terbantu karena dapat mendeteksi dini kondisi tekanan darah dan keluhan kesehatan tanpa harus pergi jauh ke fasilitas kesehatan.

Pemeriksaan Balita oleh Mahasiswa

Kolaborasi Kunci Keberhasilan

Secara keseluruhan, Posyandu Balita dan Lansia Padukuhan Blambangan 01 menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara kader, masyarakat, dan institusi pendidikan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Dengan pelaksanaan yang rutin dan dukungan berbagai pihak, posyandu ini diharapkan terus menjadi garda terdepan dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, dari usia dini hingga lanjut usia.

(Redaksi/Ners N18A)

.

Berita Sebelumnya UNRIYO GELAR WISUDA BAGI 175 LULUSAN PADA PERIODE II TA 2023/2024
Berita Selanjutnya KSPM UNRIYO Gelar Kelas Diskusi IHSG: Bahas Overview Mingguan dan Sektor Unggulan