YOGYAKARTA (ILKOM) – Diskusi literasi digital yang diadakan oleh kelompok 3, NetGuard, mahasiswa ilmu komunikasi Universitas Respati Yogyakarta mengangkat tema”Dunia Digital Tanpa Batas, Akal Harus Tetap Waspada”. Diskusi ini dilaksanakan pada Jum’at (11/07/2025) pukul 15.00 WIB di Kopi Nuri Seturan, Daerah Istimewa Yogyakarta. Acara ini digelar untuk memenuhi ujian akhir mata kuliah Literasi Digital dengan dosen pengampu Mohammad Solihin, S.Sos., M.A., dan dihadiri oleh audiens dari beberapa universitas.
Diskusi ini diawali dengan pembukaan oleh moderator, Mateus Setian, lalu pengisian pre-test tentang literasi digital, dan sesi perkenalan satu per satu dari para audiens, setelah itu dilanjutkan dengan pemaparan materi dari pembicara yaitu Lucky Firmansyah. Materi yang disampaikan ini mengenai tentang misinformasi, malinformasi, disinformasi, dan juga cek fakta.

“Sekarang kita berbicara informasinya. Informasi itu ada 2 yakni benar atau salah. Tetapi ada yang namanya penyimpangan informasi yang disampaikan, disini lah mengapa akal kita dituntut untuk harus tetap waspada karena suatu informasi pasti punya framing atau dikemas dengan tujuan tertentu apakah informasi itu benar atau menyimpang dari yang seharusnya. Harusnya A ternyata yang disampaikan atau yang diterima oleh audiens B atau malah C”, kata Lucky.
“Penyimpangan informasi ini ada 3 yaitu Mis-informasi, Dis-informasi, dan Mal-informasi”, tambahnya yang didampingi oleh anggota kelompoknya yang lain antara lain yakni Sarah Nisela Natalia Lase, Sita Arifiani Fauzia, Rizka Nindi Agustin, Rizka Putri Balisma, Saffa Rizqi Rahmahtika, dan Tomisius Erdy Tueng Kolin.
Seluruh audiens terlihat begitu antusias mendengarkan materi, dan interaktif. Beberapa ada yang bertanya dan menanggapi dari materi yang diberikan sehingga diskusi berjalan dengan lancar. Sebelum acara berakhir, audiens dibagi menjadi dua kelompok untuk menganalisis sebuah gambar berita guna menentukan apakah berita itu hoax atau bukan dengan menggunakan cek fakta dari beberapa web, yaitu ada Googel Fact Check Explorer Tools, FactCheck.org, Fact-checking Tempo.co, dan lainnya.
Sesi ini tidak hanya mengasah kemampuan berpikir kritis peserta, tetapi juga memberikan pengalaman langsung dalam membedakan informasi yang valid dan menyesatkan di tengah maraknya arus informasi digital.
Menjelang berakhirnya acara diskusi, audiens mengerjakan post-test untuk mengukur seberapa paham atas materi yang telah diberikan. Setelah itu acara ditutup dan dilanjutkan foto bersama.

Salah satu peserta diskusi, Rere, mahasiswa ilmu komunikasi angakatan 2023 Universitas Respati Yogyakarta yang turut hadir mengungkapkan kesannya setelah mengikuti diskusi ini.
”Setelah adanya diskusi literasi digital ini, saya jadi lebih paham dan waspada terhadap informasi yang beredar, apakah itu berita hoax atau benar”, ujarnya.
Melalui diskusi ini, diharapkan para audiens semakin kritis dalam menyaring informasi di era digital yang serba cepat, serta mampu menjadi agen literasi digital yang cerdas dan bertanggung jawab. (Editor: CS)
.