YOGYAKARTA (ILKOM) - Sabtu malam itu, usai salat Isya, suasana Masjid Al-Ikhlas Banyakan 2, RT 02, Sitimulyo, Piyungan, Bantul, Yogyakarta, terasa lebih semarak meski dingin akibat hujan yang mengguyur. Kelompok 3 mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Respati Yogyakarta sukses mengadakan sosialisasi bertajuk "Klik Aman di Dunia Digital" pada 8 Januari 2025 lalu yang ditujukan kepada para Gen Z di lingkungan tersebut. Kegiatan ini merupakan tugas akhir dari mata kuliah ”Literasi Digital” yang diampu oleh Mohammad Solihin, S.Sos., M.A atau biasa disapa cak Sol.
”Kelompok 3 ini pada saat brainstorming di kelas ingin membagikan keamanan digital pada generasi Z agar banyak yang tahu tentang keamanan dan keselamatan dalam bermedia digital,” kata Mohammad Solihin, selaku dosen pengampu.
Kegiatan yang dibuka oleh Dia Daiyanti, mahasiswa angkatan 2021 yang dengan hangat menyampaikan susunan acara dari awal hingga selesai. Sebelum memasuki sesi materi, sambutan dari perwakilan kelompok disampaikan langsung oleh moderator, memberikan gambaran tentang pentingnya sosialisasi ini di tengah maraknya tantangan dunia digital.

Sesi utama dimulai dengan pemaparan materi oleh Mayvilia, salah satu anggota kelompok, yang membahas tentang konsep misinformasi, disinformasi, dan malinformasi. Dalam penjelasannya, Mayvilia mengungkapkan bahwa banyak Gen Z kesulitan membedakan ketiganya, sehingga kerap terjebak dalam penyebaran informasi hoaks. Kelompok 3 pun memberikan edukasi tentang cara menghadapi informasi yang diragukan serta langkah-langkah melaporkan informasi mencurigakan.
”Disinilah kami mencoba untuk berbagi mengenai apa itu misinformasi, disinformasi dan malinformasi dan mengimplementasikan dari apa yang telah kami dapatkan di perkuliahan selama 1 semester ini kepada masyarakat,” ujar Mayvilia.
Setelah penyampaian materi, diskusi berlangsung hangat. Kelmpok 3 yang terdiri dari Dia Daiyanti, Mayvilia Kristi, Ahmid Al Irsad, dan Stanis Tupeng Gokok ini membagikan beberapa topik untuk dibahas meliputi ancaman hacker di media sosial dan dampak aplikasi TikTok terhadap penggunanya. Diantara beberapa poin penting hasil dari diskusi yakni hacker didefinisikan sebagai individu atau kelompok yang memiliki kemampuan membobol akun, meskipun belum ada cara efektif untuk menghentikan aksi mereka sepenuhnya. Namun, hal ini dapat diminimalkan dengan membuat kata sandi yang kuat sesuai rekomendasi platform, seperti kombinasi huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol. Sementara itu, aplikasi TikTok berdasarkan diskusi, dinilai dapat berdampak negatif karena cenderung membuat penggunanya kecanduan. Banyak pengguna yang lupa waktu dan mengabaikan aktivitas lainnya akibat terlalu lama menghabiskan waktu di aplikasi ini.

Diskusi berjalan interaktif hingga pukul 21.00 WIB sekaligus kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama dan penutupan resmi oleh moderator. Kelompok 3 juga melakukan absensi peserta untuk mencatat kehadiran dalam kegiatan ini. Sosialisasi ini tidak hanya menjadi ajang berbagi pengetahuan, tetapi juga refleksi pentingnya literasi digital di kalangan Gen Z.
”Dengan pemahaman yang lebih baik, diharapkan generasi muda mampu lebih bijak dalam menggunakan teknologi dan menghadapi tantangan dunia digital,” ucap Dian sapaan akrabnya Dia Daiyanti selaku moderator. (MS)
Follow INSTAGRAM: @ilkom_unriyo
FACEBOOK: Prodi Ilmu Komunikasi Unriyo
YOUTUBE CHANNEL: Prodi Ilmu Komunikasi UNRIYO