Yogyakarta — Kelompok Studi Pasar Modal Universitas Respati Yogyakarta (KSPM UNRIYO) sukses menyelenggarakan rangkaian kegiatan sosialisasi pasar modal selama tiga hari dengan mengusung tema “Lawan Investasi Bodong, Dari Desa Untuk Masa Depan: Aku Investor Saham”. Kegiatan ini dilaksanakan di tiga desa berbeda, yaitu Desa Umbulharjo, Desa Kepuharjo, dan Desa Glagaharjo.
Rangkaian kegiatan dimulai pada Jumat, 8 Agustus 2025 di Desa Umbulharjo dengan jumlah peserta sebanyak 18 orang. Kegiatan kemudian dilanjutkan pada Senin, 11 Agustus 2025 di Desa Kepuharjo yang diikuti oleh 78 peserta. Selanjutnya, sosialisasi hari ketiga dilaksanakan pada Kamis, 14 Agustus 2025 di Desa Glagaharjo dengan jumlah peserta sebanyak 45 orang.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat desa, khususnya dalam mengenali investasi yang legal serta menghindari praktik investasi bodong yang masih marak terjadi. Selain itu, sosialisasi ini juga mendorong masyarakat untuk mulai berinvestasi saham secara aman dan terarah.
Dalam setiap pelaksanaan kegiatan, KSPM UNRIYO menghadirkan Desi Wahyuni sebagai narasumber dari Phintraco Sekuritas. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan pasar modal, ciri-ciri investasi bodong, risiko yang ditimbulkan, serta langkah awal untuk menjadi investor saham yang cerdas.
Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya partisipasi di setiap desa, khususnya pada sesi diskusi dan tanya jawab. Banyak peserta yang mulai memahami pentingnya mengecek legalitas investasi serta menunjukkan ketertarikan untuk mencoba investasi saham secara aman.
Melalui kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan selama tiga hari ini, KSPM UNRIYO berharap dapat memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya investasi yang aman dan legal. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah strategis dalam mendorong terbentuknya generasi investor yang cerdas, tidak hanya di kalangan mahasiswa tetapi juga masyarakat luas hingga tingkat desa.
.