Memperkuat Jati Diri Lewat Kata: UNRIYO Dukung Rintisan Kampung Budaya Miliran

YOGYAKARTA (ILKOM) – Upaya melestarikan dan mengembangkan warisan budaya di jantung kota Yogyakarta mendapat suntikan semangat baru. Sebanyak 20 tokoh masyarakat Miliran, menghadiri kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Hibah Internal Universitas Respati Yogyakarta (UNRIYO) yang berfokus pada penguatan komunikasi.

Kegiatan yang bertajuk “Penguatan Komunikasi Interpersonal untuk Meningkatkan Partisipasi Masyarakat dalam Program Pembuatan Rintisan Kampung Budaya” ini digelar pada Senin malam lalu (20/10/2025) pukul 19.00 WIB, di Balai RK Miliran, Yogyakarta. Suasana akrab dan penuh antusiasme mewarnai pertemuan yang menjadi pijakan penting bagi cita-cita besar Miliran menjadi sebuah Kampung Budaya yang diakui.

Kolaborasi Tiga Pilar Penguatan Komunikasi

Ketua PKM, Bambang Srigati, dalam sambutannya sekaligus memberikan materi bertema “Membangun Rintisan Kampung Budaya Miliran”, menekankan bahwa rintisan kampung budaya bukan hanya tentang infrastruktur fisik, tetapi juga kesatuan visi dan kolaborasi yang kuat dari seluruh warga.

"Kampung Budaya Miliran adalah milik kita bersama. Fondasi utamanya adalah bagaimana kita sebagai warga bisa aktif berpartisipasi dan menyampaikan gagasan dengan baik agar rencana-rencana ini bisa terwujud," ujar Bambang Srigati, yang juga dosen ilmu komunikasi Universitas Respati Yogyakarta.

Sesi kemudian dilanjutkan oleh pemateri kedua, Yanus Purwansyah Sriyanto, dosen ilmu komunikasi Universitas Respati Yogyakarta membawakan materi “Public Speaking Guna Meningkatkan Kemampuan Menyampaikan Gagasan Secara Jelas Dan Menarik”. Yanus memberikan tips praktis bagi para peserta, yang terdiri dari tokoh masyarakat dan penggiat budaya setempat, tentang cara berbicara di depan umum dengan percaya diri dan efektif. Ia mengajarkan pentingnya artikulasi yang jelas dan penggunaan bahasa tubuh untuk memperkuat pesan.

Sementara itu, Mohammad Solihin menutup rangkaian materi dengan pembahasan vital tentang “Strategi Membangun Keterlibatan Masyarakat”. Ia menyoroti teknik-teknik persuasif dan cara-cara kreatif untuk mendorong 20 peserta yang hadir, dan warga Miliran pada umumnya, agar merasa memiliki dan bersemangat dalam setiap program rintisan Kampung Budaya.

“Partisipasi tidak lahir dari paksaan, tetapi dari rasa memiliki. Itulah mengapa komunikasi harus dibangun dari hati ke hati,” ungkap dosen ilmu komunikasi Universitas Respati Yogyakarta ini.

Dukungan Penuh dari Pemerintah dan Warga

Lurah Kelurahan Mujamuju, Kemantren Umbulharjo, Dwi Wahyudi Hamzah, ST, turut hadir dan memberikan sambutan. Ia menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif UNRIYO.

"Kami menyambut baik program ini. Miliran memiliki potensi budaya yang luar biasa. Dengan komunikasi yang baik, kita bisa menghidupkan kembali nilai-nilai budaya dan memperkuat identitas lokal," kata Dwi Wahyudi Hamzah.

Sementara itu. Tri Harimurti, Ketua Rintisan Kampung Budaya Miliran, mengungkapkan rasa terima kasihnya.

"PKM ini bukan sekadar pelatihan. Ini adalah bekal berharga bagi kami untuk merangkul seluruh elemen masyarakat. Kami akan memanfaatkan ilmu ini untuk mengajak lebih banyak warga bergabung dan aktif dalam kegiatan-kegiatan budaya," tuturnya dengan nada optimis.

Dengan sinergi antara akademisi UNRIYO dan semangat gotong royong warga Miliran, program PKM ini diharapkan menjadi katalisator yang kuat, mengubah Miliran dari rintisan menjadi Kampung Budaya sejati yang menghidupkan kembali pesona budaya lokal melalui kekuatan komunikasi interpersonal. (CS) 

Follow INSTAGRAM: @ilkom_unriyo
FACEBOOK: Prodi Ilmu Komunikasi Unriyo
YOUTUBE CHANNEL: Prodi Ilmu Komunikasi UNRIYO

.

Berita Sebelumnya Benchmarking UNTS ke UNRIYO
Berita Selanjutnya DOSEN UNRIYO MENANG LOMBA KOMPETISI MEDIA PROMOSI KESEHATAN