Program Profesi  UNRIYO Gelar Pelatihan Kewaspadaan Kegawatdaruratan Maternal Neonatal (KKMN) Tanggal 18-23 November 2024

 Bidan merupakan ujung tombak dalam memberikan pelayanan kepada ibu hamil, melahirkan, nifas dan bayi baru lahir. Dalam memberikan pelayanan sering kali bidan menghadapi keadaan darurat yang mengancam keselamatan jiwa ibu dan bayinya. Oleh karena itu penting sekali agar bidan mampu mempersiapkan, mendeteksi komplikasi dan mengenali kegawatdaruratan yang dihadapinya agar dapat memberikan penanganan yang cepat dan tepat untuk mencegah kematian atau komplikasi ibu dan bayinya sesuai dengan standar asuhan kebidanan. Dalam upaya meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan, khususnya bidan, Universitas Respati Yogyakarta (UNRIYO) melalui Prodi Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi menggelar pelatihan Kewaspadaan Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal (KKMN) selama 6 hari. Pelatihan yang dimulai pada Senin (18 November 2024) hingga Sabtu ( 23 November 2024) ini bertujuan membekali para lulusan profesi bidan dengan keterampilan yang diperlukan dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan pada pelayanan ibu dan anak.

Pelatihan KKMN ini diikuti oleh sejumlah 17 peserta dari lulusan profesi bidan UNRIYO dan luar UNRIYO. Pelaksanaan Pelatihan KKMN ini diselenggarakan bekerjasama dengan Smart Emergency yang merupakan lembaga diklat yang telah terakreditasi B oleh Kemenkes RI. Pelatihan KKMN ini dibuka oleh Ketua Prodi Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi UNRIYO  Bdn.Dheska Arthyka Palifiana.,SST, M.Kes dan instruktur dari Tim Smart Emergency serta tim dosen Prodi Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi. Pelatihan ini dilakukan secara hybrid, hari pertama sampai hari ketiga dilakukan secara online melalui zoom meeting dan hari keempat sampai hari keenam  secara offline di kampus 2 UNRIYO.

Ketua Prodi Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi UNRIYO  Bdn.Dheska Arthyka Palifiana.,SST, M.Kes menjelaskan bahwa “materi pelatihan meliputi berbagai skenario klinis yang sesuai dengan situasi di lapangan. Peserta pelatihan akan diajarkan cara menangani kegawatdaruratan maternal yaitu penanganan perdarahan post partum, , plasenta manual, penanganan bayi yang tidak menangis setelah lahir, serta konseling dan manajemen komplain kegawatdaruratan dalam menghadapi keluhan pasien, terutama dalam situasi darurat”.

Dengan pelatihan ini, diharapkan lulusan profesi bidan khusunya UNRIYO mampu memberikan pelayanan yang lebih optimal dalam menangani kasus kegawatdaruratan maternal dan neonatal, sehingga dapat berkontribusi dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi.

.

Kegiatan ini berkaitan dengan SDGs :

SDGs Logo
SDGs Logo
SDGs Logo
Berita Sebelumnya Sebagai Wujud Inisiasi Kampus Global, UNRIYO Jalin Kerjasama Jangka Panjang dengan ICCCM International
Berita Selanjutnya Mahasiswa Akuntansi Universitas Respati Yogyakarta Raih Prestasi di Program Magang dan Studi…